Siap Hadapi Era 4.0 BYEF UB Hadirkan 4 CEO Tersukses

24 Jan 2019 16:01 Pendidikan

Universitas Brawijaya (UB) menggelar acara The First Brawijaya Youth Economic Forum (BYEF) di Gedung Widyaloka UB, Kamis 24 Januari 2019. Acara tersebut dihadiri empat pemateri yang merupakan CEO sukses di bidang industri ekonomi kreatif.

Mereka di antaranya adalah Kilala Tilaar dari PT Martina Berto, Wahyu Aditya dari Hello Motion, Aria Wirdianto dari PT Amartha Mikro Fintek yang bergerak pembiayaan kredit mikro, serta Boyke S Soebroto dari perusahaan penerbangan kargo Cardic Air.

Ketua panitia BYEF UB, Muh Khusaini mengatakan acara ini diikuti para mahasiswa dan dosen se-Asia Pasifik. Mulai dari Belanda, New Zealand, Rusia, India, Korea, dan Malaysia.

“Event yang baru pertama kali diadakan di Universitas Brawijaya. Kami harapkan akan menjadi even tahunan di UB. Kegiatan yang melibatkan kemahasiswaan sudah tidak pada level nasional tapi kita angkat pada level internasional,” Khusaini yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III FEB UB.

Dia menambahkan seminar internasional ini merupakan upaya UB untuk meningkatkan kualitas mahasiswa. Terutama di era globalisasi dan revolusi industri 4.0.

"BYEF ini dibuka Rektor UB ini diikuti para perwakilan mahasiswa dari herbagai negara di Asia Pasifik mendiskusikan isu-isu global yang berkembang saat ini, baik dalam konteks perdagangan maupun kerjasama internasional," bebernya.

Khusaini menjelaskan persatuan negara-negara di Asia Pasifik akan diwakili oleh para delegasi mahasiswa. Hal itu diakuinya akan sangat bermanfaat bagi perkembangan ekonomi dalam menghadapi era globalisasi dan revolusi industri 4.0.

"Kami bertujuan untuk mendapatkan perspektif internasional dari perwakilan mahasiswa di kawasan Asia-Pasifik kaitannya dengan isu pembangunan, perdagangan dan kerjasama internasional," bebernya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa acara BYEF ini tak hanya menghadirkan pelaku bidang industri ekonomi kreatif. Namun, juga menghadirkan forum yang membahas tentang permasalahan global yang tengah dihadapi.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UB Bidang Perencanaan dan Kerjasama, Moch Sasmito Djati mengatakan di jaman milenial seperti saat ini pemuda harus mempunyai kreativitas. Kreativitas yang dimiliki tersebut akan berguna untuk pembangunan ekonomi.

“Jika mau jadi pemimpin pemuda harus mempunyai kreatifitas di bidang bisnis,” katanya.

Sasmito mencontohkan seorang pemuda yang mampu menjual makanan tanpa mempunya restoran, maupun pemuda yang mampu menjadi pengantar meskipun tidak mempunyai taxi merupakan salah satu bentuk kreatifitas generasi milenial.

Sebagai informasi, Brawijaya Youth Economic Forum ini dilaksanakan selama dua hari. Pada hari pertama ada CEOlutions, yang mengundang para CEO muda yang diharapkan nantinya mampu menginspirasi mahasiswa terutama untuk menghadapi pasar kerja industrial.

Rangkaian acara konferensi selanjutnya yaitu penyampaian presentasi paper dari 50 mahasiswa dari berbagai negara di Asia Pasifik diantaranya Indonesia, Malaysia, India, dan Korea.

Pada hari kedua diisi dengan sesi Networking Culture Exchange yaitu study banding ke kampung tematik Malang seperti Jodipan, Polowijen dan sebagainya. Pada sesi tersebut mahasiswa bisa saling memahami dan bertukar pendapat. Networking antar peserta berguna untuk mahasiswa Universitas Brawijaya dapat memiliki wawasan yang lebih luas. (umr)

Reporter/Penulis : Umar Alfa
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini