Maria Pauline Lumowa berhasil diekstradisi setelah ditahan selama satu tahun di Serbia. (Twitter)

Butuh Satu Tahun Ekstradisi Maria Pauline Lumowa, Ini Alasannya

Nasional 09 July 2020 12:30 WIB

Maria Pauline Lumowa, Buron kasus pembobolan Bank BNI tiba di Jakarta, setelah 17 tahun dalam pelarian. Dalam keterangan pers yang disiarkan sejumlah televisi nasional, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna  H Laoly menjelaskan mengapa proses ekstradisi membutuhkan waktu hingga satu tahun lamanya.

“Proses yang panjang. Ada negara lain yang juga melobi agar tidak diekstradisi ke Indonesia,” kata Yasonna saat menjawab pertanyaan seorang wartawan, Kamis 8 Juli 2020.

Ia kemudian menjelaskan terjadi proses tarik menarik dan diplomasi yang panjang antara pemerintah Indonesia dan Serbia. Melalui kuasa hukum Indonesia di Serbia, upaya untuk mengekstradisi dilakukan melalui diplomasi dan negosiasi. Sebab tak ada perjanjian ekstradisi yang telah disepakati antara Indonesia dan Serbia. “Sambil pengacara melakukan upaya, ya kami tingkatkan lobi, pertemuan, dan upaya hukum lainnya,” katanya.

Intensitas lobi menurutnya ditingkatkan setelah pemerintah mengetahui masa penahanan Maria Pauline Lumowa habis per 1 Juli 2020. Melihat itu, pemerintah kemudian mengajukan percepakan ekstradisi yang dikirim pada September lalu. “Intensitas ditingkatkan. Kami minta percepatan ekstradisi pada September,” jelasnya.

Upaya lain dilakukan dengan menunjukkan komitmen atas penegakan hukum. Bentuknya dengan menjemput Maria Pauline Lumowa langsung ke Serbia. Penjemputan dipimpin langsung oleh Yasonna Laoly yang mengaku telah mendapat izin dari Presiden Joko Widodo, serta berkoordinasi dengan Menkopolhukam. “Biasanya cukup di level teknis. Karena ingin menunjukkan keseriusan kami, bahwa kami komit. Izin pada presiden dan silakan jemput,” kata Yasonna.

Maria Pauline Lumowa telah menjadi buron sejak 2003. Ia ditangkap di Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia, pada 16 Juli 2019. Ia diketahui sebagai bos dari PT Gramarindo Mega Indonesia. Perusahaannya berhasil membobol dana pinjaman dari BNI sebesar Rp 1,7 triliun sejak Oktober 2002 hingga Juli 2003, berbekal letter of credit L/C fiktif.

Penulis : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

16 Aug 2020 00:38 WIB

Transformasi Desainer Oscar Lawalata Jadi Wanita Punya Pacar Bule

Gosip Artis

Desainer Oscar Lawalata ubar gender jadi wanita.

16 Aug 2020 00:20 WIB

Video Amien Rais Sebut Jokowi Otoriter

Politik

Video terbaru Amien Rais menyebut rezim Presiden Jokowi otoriter.

15 Aug 2020 23:59 WIB

Jadwal Belajar dari Rumah TVRI 16 Agustus 2020

Pendidikan

Tayangan edukasi disajikan pada program Belajar dari Rumah.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...