Bupati Pasuruan Resmikan Pengembangan Pasar Ngopak

19 Aug 2019 21:17 Ngopibareng Pasuruan

Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf meresmikan pengembangan Pasar Ngopak, Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Minggu, 18 Agustus 2019.

Hadir dalam peresmian tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Laily Qomariyah, Plt Kepala DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Tri Agus Budiharto, Muspika Kecamatan Rejoso, dan undangan lainnya.

Menariknya, meskipun digempur dengan banyaknya mini market hingga pasar modern, tak menggerus popularitas Pasar Desa Ngopak itu sendiri.

Kepala Pasar Desa Ngopak, Abdus Syakur menuturkan, Pasar Ngopak memiliki banyak fasilitas-fasilitas penunjang yang membuat berbeda dengan pasar tradisional lainnya.

Diantaranya toilet bersih, aula, ruang laktasi atau menyusui, lahan parker representatif, musholla, pos informasi, ruang perawatan kesehatan, radio dan fasilitas umum lainnya.

Dibangunnya seluruh fasilitass tersebut tak lain untuk bisa membuat para pedagang maupun pengunjung nyaman selama bertransaksi di Pasar Ngopak.

"Bagi kami, kenyamanan pengunjung adalah segalanya. Kita punya area wifi di ruang tunggu. Ada juga tempat untuk foto-foto dan setiap sisi atas di dalam pasar kita pasang CCTV, supaya kalau terjadi apa-apa bisa kita ketahui bersama. CCTV ini kita bisa pantau melalui ruang informasi di lantai dua," katanya.

Terkait pengelolaan pasar, Syakur menjelaskan bahwa sistem kepemilikan toko atau kios adalah hak pakai bangunan melalui bukti kontrak maupun sewa yang telah disepakati bersama.

Sedangkan mekanisme alokasi pendapatan pengelolaan pasar desa dipergunakan untuk gaji pengelola pasar sebesar 48,5%, BOP Pasar desa sebesar 22,5%, perawatan asset pasar 3%, pengembangan infrastruktur 5%, hingga PAD Desa sebesar 28,6%.

"Dari pendapatan pasar yang bisa menembus Rp 50 juta per bulan, 60% didapatkan dari retribusi parkir. Sedangkan sisanya berasal dari retribusi dagang los, toko, bedak maupun kios harian, mingguan, bulanan, kemudian dari sewa gudang, sewa listrik, toilet dan lain-lain," kata Syakur.

Besaran pendapatan tersebut digunakan untuk menggaji karyawan, Pendapatan Asli Desa (PAD) serta untuk operasional kegiatan Pasar Desa Ngopak itu sendiri.

"Rp 30 juta untuk gaji karyawan. Awalnya ada 16 orang, sekarang sudah 38 karyawan. Rp 10 juta untuk PAD, dan 10 juta untuk operasional. Sebisa mungkin kita genjot terus pendapatan pasar desa demi operasional kegiatan di pasar ini," katanya. 

Ditambahkan Syakur, untuk mempertahankan pendapatan agar terus baik serta menambah kenyamanan pengunjung, Pasar Desa Ngopak terus berupaya meminimalisir 'kebocoran' di tempat jualan para pedagang, serta memperbaiki sistem.

Sementara itu, Bupati Irsyad Yusuf dalam sambutannya mengacungi jempol langkah manajemen Pasar Ngopak dalam memajukan operasional setiap harinya. Apalagi dapat memberdayakan masyarakat sekitar untuk turut aktif dalam mengurangi angka pengangguran, serta mempertahankan unsur tradisional sebuah pasar.

"Hampir semua karyawan Pasar adalah orang Rejoso, dan inilah yang membuat saya kagum dan bangga. Meski sudah modern, tapi pasar Ngopak ini tetap bisa menjaga unsure tradisional sebuah pasar. Apalagi sudah jadi Juara Pasar Desa se-Jatim, wah harus terus ditingkatkan," katanya.

Tak hanya terkait pengangguran dan unsur tradisional sebuah pasar, Irsyad  juga angkat topi pada Pasar Ngopak yang sukses menjaga kebersihan setiap harinya.

"Saya mengapresiasi Pasar Ngopak yang luar biasa dalam membangun sebuah pasar yang wajahnya cantik. Kalau sudah cantik, pasti enak dilihat. Bersih, tidak ada sampah berserakan, dan yang pasti membuat seluruh pedagang guyub dengan semua petugas yang lain," katanya. (sumber: www.pasuruankab.go.id)

Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini