Bupati Majalengka Bicara Soal Kasus Anaknya Tembak Kontraktor

12 Nov 2019 19:13 Nasional

Seorang kontraktor bernama Panji Pamungkasandi menagih utang proyek kepada IN, anak Bupati Majalengka Karna Sobahi.

Ironisnya, Panji Pamungkasandi bukannya dapat duit malah diduga menjadi korban penembakan. Menurut cerita korban, insiden ini terjadi di Ruko Hana Sakura, Cigasong, Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu 10 November 2019 malam.

Korban mengaku mengalami luka di bagian tangan. Ia sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalengka. Namun, saat ini korban sudah keluar dari rumah sakit.

Kasus ini selanjutnya ditangani oleh Polres Majalengka. Menurut Wakapolres Majalengka Kompol Hidayatullah, senpi yang diduga digunakan oleh IN berjenis pistol dengan kaliber 9 milimeter.

"Masa aktifnya hingga tahun depan, 10 Januari 2020. Ada izin dari Perbakin (Persatuan Penembak Indonesia)," jelasnya.

IN sendiri belum diketahui keberadaannya sehingga belum ada keterangan yang bisa digali.
Sementara itu, menanggapi kasus anaknya, Karna Sobahi akan menghormati hukum.

Sang bupati juga membenarkan bahwa IN yang diduga sebagai pelaku penembakan terhadap kontraktor tersebut adalah putranya.

IN berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia menjabat sebagai Kabag Ekonomi dan Pembagunan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Majalengka.

"Benar darah daging saya. Asli anak kandung saya," ucap Bupati Majalengka, Selasa 12 November 2019.

Karna Sobahi mengatakan proses hukum terhadap anak keduanya itu akan tetap berlanjut kalau terbukti melakukan tindak pidana.

Ia memastikan bahwa sang anak tetap mengikuti aturan hukum yang berlaku. "Sebagai keluarga, saya akan menghormati dan mengikuti proses hukum. Sebagai warga negara yg taat azas akan selalu siap mengikuti dan menghargai proses hukum," ucap Karna Sobahi.

Menurut Karna Sobahi, tim penasihat hukum dari Irfan tengah mengumpulkan informasi secara objektif di tempat kejadian. Tim hukum mencari kronologi sebenar-benarnya soal peristiwa tersebut.

"Saat ini tim penasihat hukum Irfan sedang mengumpulkan informasi yang objektif tentang prolog kejadian yang sebenarnya dari awal serta faktor terjadinya peristiwa tersebut. Supaya masyarakat bisa memahami bagaimana kejadian yang sebenarnya," tuturnya.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini