Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyerahkan buku kepada Wakil Rais Syuriah KH Abdul Ghofar di kantor PCNU Banyuwangi (foto:istimewa)l

Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Bupati Banyuwangi Bagikan Buku

Jawa Timur 31 May 2020 19:25 WIB

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membagikan buku tentang Presiden Sukarno ke berbagai lembaga pendidikan umum, keagamaan, maupun komunitas. Pembagian buku tentang Presiden Soekarno ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni dan Bulan Bung Karno, Juni esok. Juga digelar lomba vlog tentang Pancasila untuk kaum muda di Banyuwangi.

Bupati Anas menyatakan, Bulan Juni merupakan bulan penting dalam sejarah. Bung Karno berpidato mengenai rumusan dasar negara pada 1 Juni 1945 di Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan.

"Lalu Presiden Jokowi pada 1 Juni 2016 meneken Keppres penetapan 1 Juni 1945 sebagai hari lahir Pancasila,” ujar Bupati Anas di hadapan puluhan pengasuh pesantren di kantor PCNU Banyuwangi, Minggu, 31 Mei 2020.

Anas menambahkan, Bung Karno lahir pada 6 Juni 1901 di Surabaya, saat fajar menyingsing. Sejak kecil, ibunda Bung Karno sudah yakin buah hatinya kelak menjadi pemimpin besar. Bulan Juni juga menandai wafatnya Bung Karno pada 21 Juni 1970.

”Saat ini, Juni sebagai Bulan Bung Karno harus dimaknai untuk membumikan Pancasila, yang digali Bung Karno dari kearifan rakyat Indonesia ke dalam tindakan gotong-royong menghadapi covid-19,” katanya

Anas membagikan paket buku tentang Bung Karno untuk memperkuat literasi tentang Bung Karno. Dan yang terpenting, agar pemikiran Bung Karno dipahami dan dipraktikkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan publik.

Sejumlah buku yang akan dibagikan antara lain ”Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat” (biografi oleh Cindy Adams), ”Bung Karno, Islam dan Pancasila” (Ahmad Basarah), ”Ensiklopedia Keislaman Bung Karno” (Rahmat Sahid), dan ”Bung Karno Sang Arsitek” (Yuke Ardhiati).

Ada pula ”Dunia Dalam Genggaman Bung Karno” (Sigit Aris Prasetyo) dan ”Sukarno dan NU: Titik Temu Nasionalisme” (Zainal Abidin Amir). 

“Buku-buku ini multiperspektif, mulai ideologi, keagamaan, diplomasi, hingga arsitektur. Tapi masing-masing lembaga tidak seragam menerimanya, karena sebagian stok buku sangat terbatas,” ujarnya.

Setelah ke pesantren, paket buku tentang Bapak Bangsa tersebut juga akan dikirim ke lembaga Hindu, Katolik, Kristen, Buddha, Konghucu, serta Penghayat Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dia menyebut lomba vlog dalam rangka Hari Lahir Pancasila 1 Juni ini, digelar untuk kalangan muda Banyuwangi. Temanya seputar Pancasila dan intisarinya, yaitu gotong royong. Pelaksanaan lomba akan diumumkan dalam waktu dekat ini.

”Spirit gotong royong sebagai intisari Pancasila perlu disebarluaskan ke anak-anak muda, untuk memperkuat modal sosial masyarakat," tegasnya.

Penulis : Muh Hujaini

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 23:26 WIB

Tegal Diminta Lebih Serius Tangani Pandemi

Nusantara

Ganjar minta pemerintah Tegal lebih serius.

07 Aug 2020 23:15 WIB

10 Hari Lagi Rumput Standar FIFA untuk GBT Datang

Surabaya

Pemkot Surabaya sedang mempercepat pengerjaan renovasi GBT

07 Aug 2020 23:05 WIB

Dilarang Dangdutan di Kampanye Terbuka Pilkada 2020

Nasional

Peserta Pilkada 2020 terancam didiskualifikasi jika melanggar aturan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...