Dr. Irawati Marga bersama perwakilan YKI dan Can-Care Indonesia memberikan edukasi SADARI. (Foto: Pita/ngopibareng.id)

Bulan Kanker Payudara, AHCC Tingkatkan Upaya Preventif

RS Adi Husada 06 October 2019 14:29 WIB
RS Adi Husada Cancer Center

Memperingati bulan Kanker Payudara Internasional atau Breast Cancer Awareness, Adi Husada Cancer Center (AHCC) dan Can-Care Indonesia menggandeng Yayasan Kanker Indonesia (YKI) melakukan edukasi. Penting untuk meningkatkan kewaspadaan kanker payudara.

Menurut Dr. Irawati Marga, MARS,QJA,CMA, kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang bisa dideteksi sejak dini.

Apabila ditemukan kanker yang masih stadium awal dan dilakukan pengobatan yang tepat. Sehingga harapan sembuh si pasien masih cukup tinggi.

"Berbeda dengan kanker paru atau beberapa kanker lainnya yang sulit untuk dideteksi. Kanker payudara merupakan kanker yang bisa dideteksi dengan dirinya melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)," ungkap Direktur Utama RS Adi Husada Undaan Wetan ini, saat menggelar 'Deal with Pink' di Car Free Day (CFD), Jalan Darmo Surabaya, Minggu 6 Oktober 2019.

Irawati Marga menjelaskan, SADARI memiliki tiga tahapan dalam melakukannya. Pertama, waktu yang tepat yaitu 7 sampai 10 hari setelah menstruasi pada wanita.

Kedua, yakni periksa pandangan. Caranya, buka baju lalu mengangkat tangan ke atas untuk melihat apakah puting sejajar atau tidak. Selisih antara puting kanan dan kiri maksimal hanya 10 persen, kalau melebihi 10 persen tentu harus diwaspadai.

"Pada dasarnya payudara wanita antara kiri dan kanan itu berbeda, tapi hanya ditoleransi sebanyak 10 persen. Kalau lebih harus diwasapadai," imbuhnya.

Lalu cara ketiga ialah tiga jari meraba ke area payudara sekitar puting. Tidak ditekan tapi hanya diraba saja memutar sampai ketiak.

Sekertaris YKI Jawa Timur, Estiningtyas Nugraheni, SKM, MARS menambahkan, sampai saat ini kesadaran untuk melakukan SADARI pada masyarakat masih kurang.

"Maka dari itu kegiatan preventif dan promotif sangat penting untuk dilakukan agar kesadaran pada masyarakat baik perempuan dan laki-laki terus terbangun, dan menekan angka kejadian kanker payudara," kata wanita yang biasa disapa Esti ini.

Ia pun berharap, acara semacam ini di area publik bisa cepat menyebarkan edukasi mengenai SADARI kepada keluarga dan lingkungannya.

"Kami berharap ini tidak hanya berhenti pada peserta yang hadir di CFD. Tapi bisa terus disebarkan paling tidak dilingkunganya agar semakin banyak yang peduli dan sadar terhadap kanker payudara," tutur Esti.

Nantinya, AHCC dan Can-Care Indonesia akan terus melakukan upaya preventif dan promotif di 'Bulan Peduli Kanker Payudara Internasional' ini.

Penulis : Pita Sari

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...