Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, yang juga Dirut RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dr Joni Wahyuhadi, saat di Gedung Negara Grahadi. (Foto: Alief Sambogo/Ngopibareng.id)
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, yang juga Dirut RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dr Joni Wahyuhadi, saat di Gedung Negara Grahadi. (Foto: Alief Sambogo/Ngopibareng.id)

Bukan Kabur, Pasien Corona di RSUD Dr. Soetomo PP Surabaya-Bangil

Ngopibareng.id Jawa Timur 04 May 2020 18:41 WIB

Kabar seorang pasien terpapar corona kabur dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya sempat viral. Wanita berinisial P, warga Dusun Gersikan, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, sebenarnya tidak kabur. Ia hanya pulang ke rumah suami sirinya.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, yang juga merupakan Dirut RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dr Joni Wahyuhadi, menyebut P memang merupakan pegawai RSUD Dr. Soetomo. 

P berdomisili di Bangil. Setiap hari, lanjut dokter Joni, P pulang pergi (PP) Surabaya-Bangil dengan menggunakan kendaraan umum, yang biasa disebut Bison.

Bagaimana P bisa dinyatakan positif corona? Awalnya, ujar dokter Joni, pihak internal rumah sakit memang menggelar skrining dan rapid test bagi karyawan.

"Saat itu, P belum mengetahui jika hasil rapid test-nya positif," ujar dokter Joni saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin 4 Mei 2020.

Begitu hasil rapid test keluar, baru diketahui bahwa P positif corona. Ia langsung dijemput petugas kesehatan Bangil, dengan menggunakan alat pelindung diri (APD).

"Karena positif akhirnya kita cari ke ke Bangil. Kita minta tim kesehatan di sana terlebih dulu untuk mengevakuasi. Saat itu, P sudah dirawat di RSUD Bangil, tidak perlu dibawa ke Dr. Soetomo," kata dokter Joni.

Namun, P mengaku ingin dirawat ke RSUD Dr. Soetomo pada Minggu, 3 Mei 2020. "Pasien ini sehat, dia bisa berkomuniasi baik dengan pihak tim medis Dr. Soetomo," ujar dokter Joni.

Sehingga, lanjut dia, kabar bahwa P diserahkan ke RSUD Dr. Soetomo dan ditolak adalah kabar tidak benar. "Pasien sendiri yang ingin dirawat di RSUD Dr. Soetomo. Terlebih, humas RSUD Dr. Soetomo, dr Pesta Parulian memang terbuka apabila ingin dirawat di rumah sakit tersebut. Bahkan, rumah sakit juga sudah menyediakan bed, karena yang bersangkutan karyawan," terang dokter Joni.

P diduga terpapar virus corona dalam perjalanan PP Surabaya-Bangil di dalam transportasi umum.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

18 Jan 2021 10:45 WIB

Narasi Kebencian di Tengah Pendemi (2) Bagai Api dalam Sekam

Ahmad Zaini

Catatan Khusus Akhmad Zaini

18 Jan 2021 10:38 WIB

Erupsi Gunung Semeru, 9 Kecamatan Diguyur Hujan Abu Vulkanik

Warta Bumi

Hujan abu vulkanik dampak dari erupsi Gunung Semeru.

18 Jan 2021 10:27 WIB

PMI Kirim Bantuan Sandang Untuk Korban Gempa Sulbar

Nasional

PMI kirim bantuan untuk korban gempa Sulbar.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...