Prof Dr KH Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta. (foto: dok ngopibareng,id)

Bukan di Negara Arab, Saat Ini Kepemimpinan Islam ada di Negeri Ini

20 Jun 2018 09:22

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

"Sekarang ini dunia hampir sepakat, sekarang ini kepemimpinan Islam itu ada di Asia Tenggara dalam hal ini adalah Indonesia," kata Prof Dr KH Nasaruddin Umar.

Saat ini pusat kepemimpinan Islam tidak berada di Timur-Tengah atau di negara-negara Arab. Melainkan, saat ini pusat Islam ada di Indonesia, di Nusantara.

"Sekarang ini dunia hampir sepakat, bahwa sekarang ini kepemimpinan Islam itu ada di Asia Tenggara dalam hal ini adalah Indonesia," kata Prof Dr KH Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal, dalam keterangan diterima ngopibareng.id, Rabu (20/6/2018).

Umar menjelaskan, pendapatnya ini merujuk sebuah indeks yang menyebutkan bahwa negara paling merdeka menjalankan syariat Islam adalah Indonesia. Bukan di negara-negara Timur-Tengah atau negara Arab.

"Yang paling sering pergi salat tarawih, pergi dari masjid ke masjid, perempuan di Indonesia bisa kuliah dari ujung ke ujung hanya di Indonesia. Jadi seolah-olah kiblat peradaban Islam sekarang ini berada di Indonesia," kata Kiai Nasaruddin Umar.

 

Selanjutnya, Umar menerangkan sebuah riwayat hadis yang isinya menyebutkan bahwa Rasulullah rindu terhadap kekasihnya.

Kekasihnya itu bukan para sahabat, melainkan umat Muslim yang hidup jauh setelah masa beliau.

"Kekasihku (Rasulullah) ialah mereka yang akan hidup jauh dari tempat kelahiranku di sini dan mereka akan hidup jauh dari waktu aku sekarang (hidup)," ucap Umar membacakan hadis.

"Nah, yang paling jauh dari tanah Arab itu Indonesia. Jangan-jangan yang dirindukan nabi adalah kita. Bangsa yang paling mencintai Rasulullah insya Allah Indonesia," lanjutnya.

Di tanah Nusantara ini, sambung Umar, hampir 24 jam salawatan berupa puji-pujian terhadap Rasulullah didengungkan. Di tanah ini pula semua Muslim dan Muslimah diberikan kemerdekaan beribadah.

"Ada pakar yang mengatakan bahwa Suadi Arabia atau tanah Arab itu tugasnya memang melahirkan Islam. Tetapi estafet kepemimpinan berikutnya sejarah membuktikan bergeser. Islam lahir di Mekah, terus pindah ke Madinah," kata Kiai Nasaruddin Umar.

"Selesai Khulafa'ur Rasidin itu pindah lagi ke Syiria yaitu Bani Umayyah. Setelah itu pindah lagi ke Baghdad setelah kekuasaan diambil alih oleh Abbasiyah. Setelah itu ke Turki Usmani. Nah saat ini Indonesia," tutupnya. (adi)