Peziarah Makam Sunan Ampel, masih ada yang tak pakai masker (Andik Dwi Setiawan/Ngopibareng.id)

Peziarah Sunan Ampel Tak Pakai Masker, Pengurus Kehabisan Stok

07 Aug 2020 15:55

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Ziarah Makam Sunan Ampel sudah dibuka sejak Idul Fitri, pada Minggu, 24 Mei 2020, lalu. Namun sayangnya, masih banyak peziarah yang tak menerapkan protokol kesehatan dengan tepat. Pengurus pun mengaku kesulitan menertibkan pengunjung, sementara stok masker yang sering dibagikan gratis telah habis.

Berdasarkan pantauan Ngopibareng.id pada Jumat 7 Agustus 2020, keramaian pengunjung Wisata Makam Sunan Ampel, sudah terlihat dari penuhnya tempat parkir di lokasi itu.

Ketua takmir Masjid Agung Sunan Ampel, Zainal abidin mengatakan, bahwa sebelum dibuka, pihaknya telah meminta persetujuan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Dan akhirnya diperbolehkan.

“Karena kami sudah konfirmasi, dengan pihak pemerintahan, dan alhamdulillah kami telah diberi bantuan oleh Bu Risma, seperti bilik desinfektan, kemudian cuci tangan,” kata Zainal, Jumat, 7 Agustus 2020.

Para peziarah makam, yang terdiri dari kalangan orang tua dan anak itu, terpantau datang secara rombongan. Menurut Zainal, mereka ada yang berasal dari wilayah Surabaya, Gresik, maupun Sidoarjo.

“(Kalau dulu) ada juga dari luar pulau, seperti kalimantan, sampai Malaysia, Thailand juga pernah, tapi yang akhir-akhir ini masih daerah Jawa Timur saja,” kata dia.

Namun sayangnya, dibukanya kembali area Makam Sunan Ampel, tak dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Sebab di sana, terlihat masih banyak peziarah yang tidak menggunakan masker.

“Bagi yang tidak pakai masker, awal kami sediakan, ada banyak peziarah yang sudah bawa masker tapi ngambil lagi, akhirnya kami kehabisan stok. Ya kita membuat (peringatan) di depan (pintu), bagi yang tidak membawa masker tidak bisa (masuk),” jelasnya.

Zainal mengungkapkan, karena pintu masuk yang terlalu banyak dan berada di area penduduk, pihaknya kerap kesulitan melakukan pengecekkan kepada pengunjung yang datang.

“Kami tidak bisa mengecek semuanya, karena pintu masuknya banyak, kurang lebih ada enam, areanya juga di pemukiman masyarakat. Jadi kalau cek satu-satu tak mungkin, karena orang yang masuk ke ampel ini bisa jadi cuman lewat aja,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Zainal pun berharap agar para pengunjung disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di seluruh area Wisata Makam Sunan Ampel. Hal ini sebagai upaya menjaga kepercayaan pemerintah yang telah memperbolehkan untuk membuka lagi. “Kami mengimbau agar peziarah untuk tetap mengikuti protokol kesehatan, tetap menjaga jarak, cuci tangan, dan pakai masker,” tutup Zainal.