Para dosen di Universitas Al Azhar, Mesir. (Foto: ist/ngopibareng.id)

Buka Prodi Bahasa Indonesia, Terobosan Universitas Al-Azhar Mesir

Internasional 12 October 2019 08:36 WIB

Bahasa Indonesia dipilih karena banyak dosen dan mahasiswa Al-Azhar yang tertarik mempelajarinya. Selain itu, masyarakat Mesir juga menaruh minat cukup besar terhadap bahasa ini.

Sebagai langkah awal persiapan pembukaan prodi, pihak Al-Azhar telah menyetujui untuk mengajarkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua di fakultas tersebut mulai tahun akademik 2019/2020.

Duta Besar RI untuk Mesir Helmy Fauzy mengatakan, Bahasa Indonesia dipilih karena banyak digunakan bangsa di Asia Tenggara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, yang banyak menghasilkan ulama dan pemikir Islam.

“Sayangnya, karya-karya mereka belum banyak diketahui para pemikir dunia Arab. Selain itu, negara-negara tersebut membutuhkan pula para ulama dan dai dari Al-Azhar yang menguasai tradisi dan budaya setempat,” ungkap Helmy, dalam keterangan diterima ngopibareng.id, Sabtu 12 Oktober 2019.

Selama masa persiapan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Yusuf Amir mengatakan, pihaknya akan mempersiapkan kader calon dosen yang akan mengajar di prodi tersebut.

“Selain itu, kami berharap mahasiswa yang saat ini memilih Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua diberikan kesempatan untuk kuliah di Indonesia selama 2 tahun, sehingga dapat menguasai Bahasa Indonesia dari sumbernya,” paparnya.

Dukungan Indonesia Tak hanya Al-Azhar, Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, Mesir pun melakukan berbagai langkah strategis untuk mendukung dibukanya prodi Bahasa Indonesia itu.

Salah satunya, KBRI Kairo bekerja sama dengan berbagai stakeholder terkait, baik dengan Al-Azhar dan pihak-pihak dalam negeri.

Stakeholder dalam negeri yang ikut berpartisipasi, yakni Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan (PPSDK-BPBP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ada pula Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Selain itu, KBRI Kairo juga menggandeng 3 perguruan tinggi yang tergabung dalam Konsorsium Pengajaran Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar.

Tiga perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Negeri (UIN) MaulanaMalik Ibrahim Malang, dan Universitas Muhammadiya Surakarta (UMS).

Ketiga perguruan tinggi itulah yang akan menjadi stakeholder utama penyedia sumber daya manusia (SDM) pengajar Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar. Nantinya, akan ada empat orang dosen yang mengajar Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar.
Terkait hal tersebut, Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Thaha Badri mengatakan, keempat dosen tersebut sudah menjadi bagian dari mereka.

"Kami akan memudahkan segala kendala yang dihadapi serta akan melindungi dan menjaga mereka,” ujar Thaha Badri.

Sementara itu, para anggota konsorsium pun menyampaikan komitmen mereka untuk mendukung keberlangsungan prodi tersebut.

“Salah satunya dengan mengirim dosen ke Al-Azhar dan memberikan beasiswa bagi para mahasiswa yang memilih mata kulian ini sebagai mata kuliah pilihan,” ujar perwakilan anggota konsorsium Panut Mulyono.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Jul 2020 17:50 WIB

Rekor Pecah, Dalam Sehari Nambah 2.657 Pasien Covid

Nasional

Jumlah penderita covid di Indonesia menjadi 70.736 orang.

09 Jul 2020 08:50 WIB

Kiai Abdurrahman Wahid dan Perdagangan Mesir-Israel

Humor Sufi

Catatan Fachry Ali, Seperti ‘Dirawikan’ Ignas Kleden

08 Jul 2020 17:00 WIB

7 Provinsi Nihil Kasus Baru

Nasional

7 Provinsi nihil kasus baru, dari Bangka Belitung hingga Papua.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...