Penasihat senior Gedung Putih, Jared Kushner saat bersama Ivanka Trump. (Foto: bussiner insider)
Penasihat senior Gedung Putih, Jared Kushner saat bersama Ivanka Trump. (Foto: bussiner insider)

Bujuk Soal Kesepakatan Israel, Misi Jared Kushner ke Arab Saudi

Ngopibareng.id Internasional 30 November 2020 08:52 WIB

Penasihat senior Gedung Putih, Jared Kushner, dan timnya akan berkunjung ke Arab Saudi dan Qatar pekan ini. Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan dia akan bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) di kota Neom Saudi, dan emir Qatar di negara itu dalam beberapa hari mendatang.

Kushner akan bergabung dengan utusan Timur Tengah, Avi Berkowitz dan Brian Hook, serta kepala eksekutif Perusahaan Keuangan Pembangunan Internasional AS, Adam Boehler. Mereka akan merundingkan kesepakatan normalisasi antara Israel dan Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Sudan sejak Agustus. Demikian dilansir Reuters, Senin 30 November 2020.

Pejabat itu mengatakan mereka ingin memajukan lebih banyak perjanjian semacam itu sebelum Presiden Donald Trump menyerahkan kekuasaan kepada Presiden terpilih Joe Biden pada 20 Januari. Pejabat AS percaya membujuk Arab Saudi ke dalam kesepakatan dengan Israel akan mendorong negara-negara Arab lainnya untuk mengikuti.

Kushner telah bertemu di Gedung Putih pekan lalu dengan Menteri Luar Negeri Kuwait, Sheikh Ahmad Nasser Al-Mohammad Al-Sabah. Kuwait dipandang penting dalam setiap upaya untuk menyelesaikan keretakan tiga tahun antara Qatar dan anggota Dewan Kerja Sama Teluk lainnya.

Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab, yang tergabung dalam GCC, memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada 2017 dan memberlakukan boikot atas tuduhan bahwa Qatar mendukung terorisme, tuduhan yang dibantahnya

Meski upaya gencar AS mencari solusi agar Saudi mau menormalisaai hubungan dengan Israel, tampaknya negara itu tidak berada di ambang mencapai kesepakatan penting seperti itu. Para pejabat dalam beberapa pekan terakhir telah berfokus pada negara-negara lain, dengan kekhawatiran tentang pengaruh regional Iran sebagai faktor pemersatu.

Perjalanan Kushner terjadi setelah pembunuhan ilmuwan Iran, Mohsen Fakhrizadeh, pada Jumat 27 November lalu, di Teheran oleh penyerang tidak dikenal. Pemerintah Barat dan Israel yakin Fakhrizadeh adalah arsitek program senjata nuklir rahasia Iran.

Beberapa hari sebelum pembunuhan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan perjalanan ke Arab Saudi dan bertemu dengan MBS dalam kunjungan pertama yang dikonfirmasi secara publik oleh seorang pemimpin Israel. Media Israel mengatakan mereka bergabung dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Pertemuan bersejarah itu menggarisbawahi penentangan terhadap Teheran membawa perubahan strategis negara-negara di Timur Tengah. MBS dan Netanyahu khawatir Biden akan mengadopsi kebijakan serupa terhadap Iran yang diadopsi selama kepresidenan AS Barack Obama. Biden mengatakan akan bergabung kembali dengan pakta nuklir internasional dengan Iran yang dihentikan Trump pada 2018.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Jan 2021 18:45 WIB

Gandeng BPN, Polda Jatim Siap Pantau Kasus Mafia Tanah di Jatim

Jawa Timur

Terlebih hal itu adalah program prioritas Kapolda Jatim, Nico Afinta

28 Jan 2021 18:30 WIB

Animal Defender Akan Beri Pendampingan Kasus Kucing di Medan

Nasional

Mereka tak ingin ada lagi kasus jual beli daging hewan non ternak terjadi

28 Jan 2021 18:10 WIB

Pengamat: Kapolri Harus Bisa Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Nasional

Selama ini masyarakat menilai Polri dengan image negatif.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...