Boy group asal Korea Selatan, Bangtan Boys atau BTS kembali diundang untuk berpidato di Sidang Majelis Umum PBB. (Foto: Dok. BTS)
Boy group asal Korea Selatan, Bangtan Boys atau BTS kembali diundang untuk berpidato di Sidang Majelis Umum PBB. (Foto: Dok. BTS)

BTS Kembali Pidato di Sidang Umum PBB

Ngopibareng.id ngopiK-pop 23 September 2020 00:49 WIB

Boy group asal Korea Selatan, Bangtan Boys atau BTS kembali diundang untuk berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-75. Ini merupakan kali kedua, RM; Jimin; Jin; Jungkook; V; Suga; dan J-Hope tampil di acara bergengsi dunia internasional ini.

Dalam Sidang Umum PBB yang bakal dihelat 23 September 2020, BTS membawakan pidato berjudul ‘Let's Live Again In A New World’. BTS bakal menyampaikan pidato tentang harapan bagi dunia di tengah masa pandemi Covid-19.

BTS diundang langsung oleh The United Nations Group of Friends of Solidarity for Global Health Security, yang terdiri dari 40 negara anggota di dalamnya. Organisasi ini baru didirikan awal 2020. Mereka mendiskusikan isu soal kesehatan dan keamanan dunia. Organisasi ini berada di bawah kepemimpinan Korea Selatan.

ARMY, sebutan fans BTS, sempat membuat nama Presiden Jokowi tranding Twitter, Selasa 22 September 2020. Lebih dari 19.000 warganet membicarakan nama ayah tiga anak itu setelah diketahui untuk pertama kalinya akan bergabung bersama Kepala Negara lain untuk berbicara di depan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-75.

Yang menghebohkan, Jokowi akan bergabung dengan BTS dan kepala negara lain. Salah satu ARMY bahkan mengajak Jokowi untuk gabung.

"Pak Jokowi ayo gabung ARMY biar sering-sering BTS konser di Indonesia," tulis akun Anastasia.

BTS sebelumnya sudah pernah menjadi pembicara di pertemuan tingkat tinggi PBB pada 2018, atas undangan dari Unicef untuk mengkampanyekan tentang mencintai diri sendiri atau “Love Myself”.

Pada kampanye Love Myself tersebut, menyatakan bahwa semua potensi manusia berasal dari mencintai dan menghargai diri sendiri. Selain itu, kampanye tersebut juga bertujuan untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak-anak di seluruh dunia.

Dari kampanye tersebut, Unicef berhasil mengumpulkan dana lebih dari 1 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

30 Oct 2020 00:21 WIB

Desa Digital di Tulungagung, Kentongan pun Diganti Aplikasi

Jawa Timur

Panic button kentongan ada di aplikasi Android.

29 Oct 2020 23:35 WIB

Diterpa Gelombang Kedua, Negara di Eropa Lockdown Lagi

Internasional

Jerman dan Prancis terapkan lockdown lagi.

29 Oct 2020 22:45 WIB

Soal Boikot Produk, MUI Minta Menlu Panggil Dubes Prancis

Nasional

Meminta agar ada konfirmasi dari Dubes Prancis.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...