Poster viral Brimob dari China. (Foto: instagram)

Brimob 'Impor dari China' Buka Suara

Nasional 24 May 2019 15:29 WIB

Tiga anggota Brimob yang sebelumnya dituduh menjadi polisi impor dari China akhirnya buka suara. Mereka bertiga dihadirkan saat polisi menggelar konfernsi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat, 24 Mei 2019.

Saat konferensi pers dimulai, tiga anggota Brimob ini awalnya datang dengan memakai penutup wajah dan helm. Saat itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo tiba dan menjelaskan proses pengungkapan kasus berita bohong alias hoax yang menyebut adanya Brimob impor dari China.

Saat itulah, Dedi lantas minta tiga Brimob ini satu persatu untuk membuka penutup wajah dan mengenalkan data diri mereka.

"Kami tegaskan kami adalah Brimob asli, bukan polisi China. Saya Brimob dari Sumatera Utara, saya asli dari Sumatera Utara," kata salah satu Brimob.

Hal yang sama diungkapkan Brimob satunya. "Saya dari Bukittingi. Saya asli Sumatera Utara, asli orang Indonesia," ujarnya.

Sekadar diketahui, polisi sebelumnya berhasil menangkap Said Djamaludin Abidin. Said ditangkap pada 22 Mei 2019 di Bekasi, Jawa Barat.

Said dituduh menyebarkan berita bohong dan menyebutkan adanya polisi impor dari China. "Yang bersangkutan disangkakan sebagaimana dimaksud pasal 45A ayat (20 jo pasal 28 ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angja 1 UU No 40 tentang 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis," kata Dedi. (man)

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Sep 2020 09:15 WIB

Tiktok Digandeng 2 Perusahaan AS, Bytedance Dapat Saham Terbanyak

Aplikasi

80 persen saham Tiktok Global akan tetap dimiliki Bytedance

21 Sep 2020 09:30 WIB

China Laporkan Virus Corona di Kemasan Cumi Impor dari Rusia

Internasional

Kasus kedua yang dilaporkan China.

19 Sep 2020 13:58 WIB

70 Persen Penduduk Dunia akan Terdampak Corona

Internasional

Pakar dari China menyatakan 70 persen penduduk dunia akan terdampak corona.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...