Menpar Arief Yahya. foto:dok
Menpar Arief Yahya. foto:dok

Branding Keren Rakornas Kemenpar di Bali, Layak jadi Tren...

Ngopibareng.id Gerak Wisata 21 March 2018 08:23 WIB

Kementerian Pariwisata RI benar-benar mencoba gas poll. Gas digeber maksimal agar targeting secara nasional juga tercapai maksimal. 

Simak saja untuk acara besok, 22-23 Maret 2018, di Bali. Sebenarnya hanya melakukan Rakornas Pariwisata I di Bali, namun, suasana yang diciptakan seperti sedang melakukan promo dan sales mission besar-besaran. 

Ini keren. Keren yang sebenar-benarnya. Tidak seperti rakornas pada umumnya.

Lokasi Rakor juga sangat instagramable. Banyak spot untuk berfoto dan yang pasti extraordinary.

"Rakornas Bali akan menjadi Rakornas Kepariwisataan yang beda dari biasanya. Ini menjadi momentum tampilnya destinasi digital yang akan menjadi salah satu program utama Kemenpar di tahun 2018," kata Staf Khusus Menteri Pariwisata bidang Komunikasi Don Kardono.

Rakornas Pariwisata ini mengangkat tema digital destination dan nomadic tourism. Kegiatannya dibalut dengan konsep pasar ala anak-anak Generasi Pesona Indonesia (GenPI).

Lebih menarik, ada Glam Camp ala Nomadic Tourism. Yang pasti, rakornas disuguhkan dengan cara kekinian. Bumbunya adalah 1001 spot foto, serta 1001 kalimat unik zaman now.

"Inilah yang ingin kita tampilkan. Destinasi digital merupakan sebuah konsep yang tengah booming saat ini. Bukti konkritnya ada di 9 pasar anak-anak GenPi yang saat ini tengah naik daun. Tampilannya harus kece layak menjadi suguhan bagi kid zaman now," ujar Don Kardono.

Bukan hanya tampilan luarnya. Rakornas pun akan diset maksimal. Tampilan kaku layaknya Rakornas yang selama ini ada dijamin tidak ditemukan. Tempat duduk peserta tidak bershaf layaknya rapat. Begitu pula set panggungnya yang akan diset berbeda.

"Jadi nanti jangan kaget kalau di tengah paparan narasumber atau sambutan pak Menteri, ada yang main enggrang. Atau lewat di depan panggung. Atau di pojok ada yang bermain congklak. Kursinya kita pakai kursi pantai. Biar semua santai," lanjut Don Kardono.

Menjadi pelengkap. Suguhan kuliner unik dihadirkan. Jajan pasar khas pasar anak GenPI dijamin ada. Setingannya pun menarik. Pasar-pasar besutan GenPI akan dihadirkan. Namun, kesan tradisional akan menjadi ide dasar. Tampilannya bancakan dengan daun pisang sebagai alasnya.

"Ini menjadi warna lain yang ditampilkan. Menjadi pilot project, pasar yang sudah ada kita tampilkan di sini. Termasuk konsep kulinernya. Untuk memperoleh kulinernya pun nantinya menggunakan koin seperti pasar anak GenPI," terang Don Kardono.

Bukan hanya itu, Rakornas Pariwisata I dipastikan bakal menjadi Rakornas paling gaul. Sebab, peserta diwajibkan tampil santai layaknya berwisata. Bahkan akan ada pemilihan kostum terbaik untuk para peserta.

"Seluruh peserta di wajibkan memakai pakaian berwisata. Celana pendek serta baju pantai menjadi busana wajib peserta Rakornas. Pariwisata itu harus happy, smile, jangan kaku. Semua senang-senang karena ini Bali, gerbang pariwisata Indonesia. Best costume nanti kita akan pilih. Akan hadiahnya juga nanti," ujar Don Kardono.

Digital lifestyle itu, kata Menpar Arief Yahya, memang harus interaktif, berbasis online, bercerita dengan video, gambar, sedikit text, viral alias dari HP ke HP. Bukan lagi dari mulut ke mulut, karena mulut mereka adalah gadget, signal, dan wifi.

“Itulah digital lifestyle anak-anak muda. Selalu memikirkan impression, objek foto Instagrameble, interaktif, viral, trending topic, dan tema-tema khas online sosial media. Di mana ada objek anti mainstream, di situ mereka berkumpul. Maka dari itu Rakornas Pariwisata I menjadi momentum munculnya destinasi baru, destinasi digital,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*)

Penulis : Widi Kamidi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Nov 2020 08:03 WIB

Tumbuhkan Inovator, Semangat Kepahlawanan Era Digital

Pendidikan

Kepahlawanan diperlkan di dunia

10 Nov 2020 19:22 WIB

Digitalisasi Aksara Nusantara

Nasional

Tulisan Andi Mallarangeng tentang digitalisasi Aksara Nusantara.

26 Oct 2020 18:45 WIB

Wapres: Media Digital Suburkan Mentalitas Pencitraan

Nasional

Wakil menilai banyak orang terjebak mentalitas pencitraan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...