Banjir merendam kawasan Jalan Jatinegara Barat, Kampung Pulo, Jakarta, Kamis 2 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta dan secara keseluruhan terdapat 169 titik banjir untuk Jabodetabek dan Banten. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

BPPT Siapkan Cara Kurangi Konsentrasi Hujan di Jabodetabek

Nasional 02 January 2020 15:42 WIB

Tak ada kata terlambat untuk mencegah bencana. Meski bencana banjir sudah merendam wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), namun Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) masih tetap berjuang agar hujan susulan tak menggenangi wilayah tersebut.

Terakhir BBPT dikabarkan sedang menyiapkan teknologi untuk memecah konsentrasi curah hujan. Tujuannya, agar awan hujan tak mengguyur wilayah Jabodetabek dengan terus menerus.

"Kami sudah siapkan 22 ton bahan semai (garam), dan segera ditambah lagi stoknya," kata Kepala BPOT Hammam Riza di Jakarta, Kamis seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.

Hammam mengatakan rencananya ada empat sorti penerbangan per hari untuk menyemai awan dalam rangka mempercepat penurunan hujan sehingga hujan tidak sampai turun di wilayah Jabodetabek.

Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Penanganan Banjir yang dilaksanakan pada 2 Januari di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPPT diminta untuk melakukan operasi TMC guna mengurangi curah hujan penyebab banjir di Jabodetabek.

Hammam menuturkan, BPPT sudah melakukan analisis pertumbuhan awan penyebab hujan di Jabodetabek. Awan-awan tersebut berasal dari sebelah barat dan barat laut Jabodetabek yaitu selat Sunda, Lampung, dan sekitarnya.

Hammam mengatakan pada Kamis 2 Januari sudah dilakukan persiapan baik pesawat maupun peralatan lainnya serta bahan semai berupa garam.

Untuk pelaksanaan TMC tersebut, BPPT bersama BNPB dan TNI akan mengerahkan dua jenis unit pesawat yakni CN295 dan Casa, dan opsional untuk satu unit Hercules.

Hammam menuturkan sebanyak 15 personel BPPT diterjunkan untuk melakukan operasi TMC itu. Kerja sama lintas sektor juga akan turut menyukseskan pelaksanaan TMC tersebut.

"Kita perlu data-data cuaca yang akurat dari BMKG, terkait awan hujan, pergerakan angin, dan lain-lain sehingga ahli TMC bisa simulasi dan antisipasi," ujarnya.

Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT Tri Handoko Seto mengatakan operasi TMC itu ditargetkan dapat mengurangi 30-50 persen hujan yang diperkirakan akan turun di wilayah Jabodetabek.

Mulai 3 Januari 2020, operasi TMC akan dilakukan. Pagi hari dilakukan prediksi dan monitoring pertumbuhan dan pergerakan awan.

"Semua awan yang bergerak ke Jabodetabek dan diperkirakan akan hujan di Jabodetabek akan disemai dengan pesawat menggunakan bahan semai NaCl. Diharapkan, awan akan jatuh sebelum memasuki Jabodetabek," ujarnya.

BPPT merencanakan akan menurunkan hujan ke Selat Sunda atau Lampung, namun jika arah angin ke timur akan diturunkan ke waduk-waduk seperti Jatiluhur dan Jatigede.

Penulis : Antara

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Jul 2020 15:00 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Lumbung Pangan Nasional

Pemerintahan

Lumbung pangan itu berada di desa Bentuk Jaya kecamatan Dadahup, Kapuas.

09 Jul 2020 14:40 WIB

Kambuh, Residivis Kasus Jambret Banyuwangi Ditembak Polisi

Kriminalitas

Kambuh, Residivis Kasus Jambret ini Kembali Dibekuk Polisi

09 Jul 2020 14:25 WIB

Penerapan Jam Malam, DPRD Surabaya: Itu Langkah Frustasi

Surabaya

Mahfudz menilai kebijakan jam malam Pemkot Surabaya tidak efektif.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...