Meski Banyak Kecurangan, BPP Jatim Klaim Prabowo-Sandi Menang

25 Apr 2019 20:30 Politik

Ketua Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Jawa Timur, Soepriyanto mengklaim pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi menang. Dari data perhitungan tim internal, Prabowo-Sandi unggul di 20 provinsi.

"Selamat kepada pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno atas kemenangan dalam pilpres 2019 kali ini," ujarnya saat dihubungi di Kantor BPP Jatim, Kamis, 25 April 2019.

Di Jawa Timur, kata Soepriyanto, penghitungan sementara Jokowi memang unggul. Namun pihaknya masih menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU Daerah Jawa Timur.

 "Kami sudah menang. Sekarang yang masalah besar ini di Jawa Timur dan Jawa tengah. Saya lihat mulai dari kepala daerah dan para bupati/walikota di seluruh Jawa Timur turut ikut mensukseskan kemenangan pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf. Tapi saya tidak mengatakan ya kalau di Jatim ini kalah," ujarnya.

Menurutnya, pemilu kali ini banyak terjadi kecurangan. Sejak awal tahapan pemilu sudah tidak fair dan tercium aroma kecurangan. Mulai dari munculnya Daftar Pemilih Tetap (DPT) siluman yang berjumlah jutaan. Lalu adanya jutaan orang gila yang bisa memilih dalam ajang lima tahunan ini.

Pria yang juga menjabat sebagai ketua DPD Gerindra Jawa Timur ini juga menjelaskan adanya  kecurangan yang terstruktur dan masif yang dilakukan oleh pihak-pihak penyelenggara pemilu kali ini.

 "Jangan sampai pemilu ini tercatat sebagai pemilu terburuk yang diselenggarakan rezim ini. Masak orang gila bisa mencoblos, DPT menggelembung sampai-sampai para camat diancam akan dicopot dari jabatannya jika pasangan 01 kalah di daerahnya," katanya.

Soepriyanto menambahkan, para tim sukses dan relawan untuk terus mengawasi proses rekapitulasi yang saat ini sudah sampai di tingkat kecamatan. Karena ada sebagian data di rekapitulasi KPU terindikasi kecurangan.

"Di kota sebesar Surabaya saja, Bawaslu merekomendasikan perhitungan suara ulang, apalagi di daerah-daerah terpencil. Saya berharap bawaslu bekerja dengan hati nurani dan terus menjaga agar pemilu ini tidak curang," katanya. (faq)

Reporter/Penulis : Faiq Azmi
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini