Sarasehan Nasional "Menumbuhkan Pancasila sebagai Landasan Kebersamaan Nasionalis Religius dalam Kehidupan berbangsa dan Bernegara, di Jakarta. (Foto: Istimewa)

BPIP: Pancasila Pemersatu Tertinggi Bangsa

Nasional 14 March 2020 13:35 WIB

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Yudian Wahyudi mengisi acara Sarahsehan Nasional di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depo, Sabtu, 14 Maret 2020.

Seminar yang bertema "Menumbuhkan Pancasila Sebagai Landasan Kebersamaan Nasionalis Religius Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara" dihadiri oleh lebih dari 100 santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, perwakilan lembaga, kiai, dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam penjelasannya, Yudian menjelaskan, masyarakat Indonesia sekarang harus bangga dan bisa meneruskan perjuangan para pemuda tempo dulu seperti sumpah pemuda yang memperjuangkan kemerdekaan.

"Sumpah pemuda salah satu bibit pemersatu bangsa yang bisa dikatakan mukzizat. Kata-kata singkat tapi bisa melumpuhkan siapapun yang melawan," ujar Yudian.

Selain itu, Yudian juga menjelaskan bahwa pemersatu tertinggi bangsa dan sumber serta tujuan pancasila dapat ditemukan di 6 kitab suci agama yang diakui secara konstitusional di Indonesia.

"Sumber dan tujuan Pancasila dapat ditemukan di 6 kitab suci agama yang ada di Indonesia. Jadilah Pancasila itu religius," katanya

Yudian menambahkan, bahwa untuk mewujudkan tujuan Pancasila perlu kemanusiaan. "Harus ada rasa kemanusiaan dalam diri masing-masing individu untuk bisa mewujudkan tujuan Pancasila," katanya.

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Hamli menjelaskan bahwa dindonesia banyak sekali etnis tetapi bisa bersatu tanpa konflik dan permusuhan. "Negara Indonesia banyak etnis, tetapi beruntungnya persatuan kita sangat tinggi," ujarnya.

Selain itu, Hamli juga menjelaskan, masyarakat sekarang harus berhati-hati pada narasi-narasi yang berunsur radikalisme dan ekstrimisme.

"Masyarakat harus hati-hati pada narasi-narasi pihak-pihak tertentu yang sebenarnya mengandung unsur radikal dan ekstrimisme," katanya.

Hal lain disampaikan Ketua Komisi Dakhwah Majelis Ulama Indonesia, Cholil Nofis menjelaskan, agama adalah sumber perekat Pancasila. "Agama sebenernya adalah perekat Pancasila dan Pancasila diartikan juga sebagai titik temu," katanya.

Selain itu, agama juga bisa dijadikan spirit, sehingga agama dan negara bisa saling menopang.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Antonius Benny Susetyo menjelaskan bahwa Pancasila harus diaktualisasikan dalam kebijakan publik.

"Problem kita adalah belum menjadi kebijakan publik yang sebetulnya itu sangatlah penting, jika ini sudah terealisasikan maka keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia akan dirasakan," ujar Benny.

Agama adalah inspirasi batin untuk setiap pemeluknya. Karena setiap yang percaya tuhan maka mempunyai rasa kemanusiaan yang cinta sesama dan tidak akan melakukan hal-hal merugikan orang lain.

"Pancasila harus jadi penguat dan pemersatu bangsa. Tidak mementingkan diri sendiri, tetapi bangsa dan negara adalah yang utama," kata Benny.

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Aug 2020 21:16 WIB

Ini Cerita Bacabup Banyuwangi Sampai Dinyatakan Positif Covid-19

Jawa Timur

Ini Cerita Bacabup Banyuwangi Sampai Dinyatakan Positif Covid-19

06 Aug 2020 20:55 WIB

Jelang Pilkada, DPRD Desak Eri Cahyadi Tentukan Sikap Politik

Pilkada

Jika maju, Eri diminta mundur dari ASN.

06 Aug 2020 20:35 WIB

Camat Tambaksari Manfaatkan Pendopo Kantor untuk Sekolah Daring

Surabaya

Fasilitas wifi untuk warga yang mengaku kesulitan saat sekolah daring.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...