BPBD Usulkan Ada Waterbombing Atasi Karhutla di Area TNAP

07 Dec 2019 15:50 Jawa Timur

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) masih terjadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi mengusulkan dilakukan waterbombing untuk memadamkan karhutla di area TNAP, agar karhutla tidak semakin meluas dan menggangu aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharam menyatakan, untuk waterbombing memang diperlukan untuk proses pemadaman karhutla di area TNAP.

Akan tetapi, karhutla di TNAP tidak masuk kategori bencana. Sehingga pihaknya menyarankan waterbombing dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Jadi tidak dalam kerangka bencana. Karena kalau diwaterbombing dalam kerangka bencana itu nanti penganggarannya yang keliru. Sehingga kita usulkan waterbombing melalui kementrian KLH dan Kehutanan. Yang mengusulkan ada di bawah naungan otoritas KLHK. Tentu secara intern sudah disampaikan," jelasnya, Sabtu, 7 Desember 2019.

Dia menjelaskan, sebuah peristiwa dikategorikan sebagai bencana itu ada indikatornya. Salah satunya, peristiwa itu sudah berdampak pada penghidupan dan kehidupan masyarakat, terutama aktivitas ekonomi masyarakat.

Dari hasil kajian BPBD Banyuwangi, karhutla di TNAP tidak memberikan gangguan signifikan pada kehidupan masyarakat. Sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai bencana.

Eka Muharam memastikan, karhutla di TNAP masih terjadi. Laporan yang diterimanya Sabtu pagi, masih ada 3 titik api yang terpantau dari pemantauan pesawat pada Jumat, 6 Desember 2019 sore. Namun spot ini menurutnya tidak terdeteksi dari Satelit Lapan.

"Artinya, karhutla di TNAP masih terjadi. Masih ada, cuma sudah jauh berkurang. Karena bahan bakar yang terbakar sudah hampir habis," jelasnya.

Meski karhutla di TNAP tidak masuk kategori bencana, BPBD Banyuwangi tetap melakukan penanganan dengan menugaskan personel untuk siap siaga di sekitar area TNAP. Sebab, kata Eka Muharam, bagaimanapun karhutla di TNAP bisa saja berpotensi menjadi bencana.

"Kita BPBD hanya melakukan kesiapsiagaan apabila ada keadaan kritis, ada keadaan darurat. Dalam artian kebakaran itu meluas. Karena memang berpotensi dan kemudian mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Kita bisa lakukan secara cepat. Itu adalah kesiapsiagaan," pungkasnya.

Karhutla di TNAP terpantau BPBD Banyuwangi sejak Jumat, 29 November 2019 lalu. Lokasi kebakaran berada di area inti TNAP yang sulit dijangkau. Vegetasi di area yang terbakar adalah tanaman bambu.

Untuk luasan area yang terbakar BPBD tidak bisa menyebutkan secara pasti. Tetapi dari titik koordinat yang dikonversi dengan luasan, area yang terbakar sekitar 200 sampai 300 hektar.

Penulis : Muh Hujaini
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini