Box Culvert Sememi Wilayah Pemprov, Risma Tak Gubris

03 Dec 2019 20:56 Surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tak menggubris dan ambil pusing meskipun wilayah saluran air di Sememi-Manukan, yang saat ini sedang dipasang box culvert adalah tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Menurut Risma, seharusnya pemprov yang melakukan perbaikan saluran dan pemasangan box culvert di daerah tersebut. 

"Itu ya box culvert sebenarnya untuk saluran air Sememi masuk wilayah dan tanggung jawabnya Jatim. Tapi, ya saya ambil alih," kata Risma, Selasa 3 Desember 2019.

Kata Risma, alasannya membangun box culvert di Sememi dan Manukan agar tidak lagi banjir. Selain itu, pembangunan itu untuk memecah kemacetan yang selama ini menjadi masalah utama di daerah Sememi-Manukan.

Menurutnya, jika menunggu Pemprov Jatim bertindak, akan tidak jelas kapan perbaikan dan pembangunan box culvert dilaksanakan. Padahal, sangat penting dan harus cepat diperbaiki sebelum hujan tiba.

"Saya ingin agar masyarakat Sememi, Manukan, Pakal dan sekitarnya tidak mengeluh banjir-banjir lagi. Ya itu cara saya, take over kewenangan Jatim agar cepat terlaksana. Meskipun bukan wilayah kami, kami tetap bertanggung jawab, karena mereka juga warga Surabaya," kata Risma.

Meski begitu, Risma mengaku sudah berkoodinasi dengan Pemprov Jatim terkait pembangunan box culvert di wilayah Sememi-Manukan. "Sudah, kami sudah koordinasi," katanya singkat.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta pembangunan box culvert di Jalan Sememi-Manukan, Surabaya Barat, sepanjang 2 kilometer agar segera diselesaikan.

Alasannya, tak lama lagi akan memasuki musim penghujan. Jika proyek belum selesai saat musim hujan, maka akan menimbulkan masalah baru.

"Ini tolong cepat diselesaikan ya. Habis ini mau musim hujan," kata Risma.

Tak hanya karena musim hujan, percepatan pembangunan box culvert tersebut juga sebagai salah satu akses menuju Stadion GBT yang akan digunakan sebagai venue Piala Dunia U-20 pada tahun 2021.

Risma mengatakan, pada bulan Februari, pihak FIFA dan PSSI akan datang untuk mengevaluasi kesiapan Surabaya. Akses menuju ke GBT menjadi salah satu syarat yang wajib dipenuhi Pemkot Surabaya agar lolos verifikasi.

Penulis : Alief Sambogo
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini