PELESIR: Bos First Travel, Andhika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, saat menikmati pelesir ke luar negeri. (foto: dok ngopibareng.id)
PELESIR: Bos First Travel, Andhika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, saat menikmati pelesir ke luar negeri. (foto: dok ngopibareng.id)

Bos Umrah First Travel: Negara Merebut Aset Saya

Ngopibareng.id Hukum 29 August 2018 16:12 WIB

Kasus First Travel telah mencoreng citra pengusaha pelayanan perjalanan umrah dan haji di Indonesia. Setelah melalui proses hukum yang panjang, akhirnya, Pengadilan Tinggi (PT) Bandung menolak banding Andika Surachman dan istrinya Anniesa Hasibuan.

Itu terungkap dalam pengadilan dalam kasus pencucian uang jemaah umrah First Travel. Keduanya tetap divonis 20 tahun dan 18 tahun penjara dalam kasus First Travel.

"Menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Depok No 83/Pid.B/2018/PN.Dpk, tanggal 30 Mei 2018, yang dimintakan banding tersebut," demikian putusan hakim yang dikutip dari situs Mahkamah Agung (MA), Senin 27 Agustus lalu.

Dalam pengadilan itu, Ketua Majelis Arief Supratman, dengan anggota Ade Komarudin dan Abdul Fattah. Vonis itu diketok pada 15 Agustus 2018 dengan nomor perkara 195/PID/2018/PT.BDG.

Pengacara Andika dan Anniesa, Rony Setiawan menyatakan kekecewaannya terhadap putusan Pengadilan Tinggi Bandung.

“Kejaksaan, pengadilan mendzolimi saya. aset saya dihilangkan, negara merebut aset saya. Saya akan buka semua keterlibatan orang-orang di balik First Travel,” kata Andika, dalam surat yang ditulis dan tandatangani pada 27 Agustus 2018.

"Parahnya proses hukum terhadap kami, bahkan kami tidak mendapat bukti aset kami yang disita dan bobroknya bisnis umrah. Saya rela mati demi terbongkarnya skandal hukum ini," kata Andika.
BEREDAR Surat Andika Surachman yang beredar di media sosial foto istBEREDAR: Surat Andika Surachman yang beredar di media sosial. (foto: ist)

Dalalm surat yang beredar di medsos itu, Andika menulis pesan di antara isinyanya, menuding aparat telah menghilangkan aset-aset perusahaan First Travel.

Andika Surachman, pemilik jasa perjalanan umrah First Travel merasa tidak diperlakukan secara adil selama menjalani proses hukum di pengadilan. Salah satu ketidakadilan itu menurut Andika adalah penyitaan terhadap aset-aset First Travel yang tidak transparan.

Andika mengancam akan membuka orang-orang yang terlibat dalam kasus Firs Travel, termasuk mereka yang ikut menggelapkan aset-aset milik perusahaannya.

"Saya akan buka semua keterlibatan orang-orang di balik First Travel," ujarnya.

Andika bahkan menyatakan siap mati demi membongkar kejanggalan persidangan dalam kasus First Travel.

"Parahnya proses hukum terhadap kami, bahkan kami tidak mendapat bukti aset kami yang disita dan bobroknya bisnis umrah. Saya rela mati demi terbongkarnya skandal hukum ini," kata Andika.

Berikut surat Andika yang kini beredar luas di media sosial:

Bismillahirrahmannirrahim

Kejaksaan, pengadilan mendzolimi saya. aset saya dihilangkan, negara merebut aset saya. Saya akan buka semua keterlibatan orang-orang di balik First Travel.

Parahnya proses hukum terhadap kami, bahkan kami tidak mendapat bukti aset kami yang disita dan bobroknya bisnis umrah. Saya rela mati demi terbongkarnya skandal hukum ini.

Allahu Akbar,
Allahu Akbar,
Allahu Akbar!

Depok 27 Agustus 2018,
Andika Surachman.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

19 Jan 2021 21:50 WIB

Kredit Macet BPR Kota Kediri, Dua Tersangka Ditahan 20 Hari

Korupsi

Dua orang ditetapkan tersangka langsung ditahan Kejaksaan Negeri Kediri.

19 Jan 2021 12:16 WIB

Pengadilan Tinggi Bali Putuskan Hukuman Jerinx Berkurang 6 Bulan

Gosip Artis

PT Bali memutuskan pidana personel SID berkurang 6 bulan.

18 Jan 2021 17:40 WIB

Di-Lockdown, PN Surabaya Tetap Gelar Sidang Terbatas

Surabaya

Lockdown dilakukan mulai 18 Januari-22 Januari 2021.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...