Sekitar 150 orang Bonek Probolinggo menanam bakau di Pantai Permata, Pilang, Kota Probolinggo. (Foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)
Sekitar 150 orang Bonek Probolinggo menanam bakau di Pantai Permata, Pilang, Kota Probolinggo. (Foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)

Bonek Probolinggo Tanam Bakau di Pantai Permata

Ngopibareng.id Jawa Timur 15 November 2020 19:41 WIB

Sekitar 150 suporter Persebaya yang lebih dikenal dengan Bonek menanam bibit bakau (Rhizophora sp) di Pantai Permata, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Minggu, 15 November 2020. Reboisasi hutan tanaman pantai (mangrove) itu mereka lakukan di sela-sela Jambore Bonek Probolinggo.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa mengubah citra Bonek sebagai biang onar dan hura-hura,” kata Cak Mangun, salah satu koordinator Bonek Probolinggo.

Dikatakan penanaman bibit mangrove itu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan alam dengan menjaga ekosistem laut. Mereka juga membagikan masker gratis kepada masyarakat yang mengunjungi Pantai Permata.

"Bonek hadir tidak hanya saat ada pertandingan sepakbola saja. Namun juga anggota peduli terhadap lingkungan. Selain menanam bakau kami juga berikan makser kepada masyarakat," katanya.

Cak Mangun menambahkan, Jambore Bonek Probolinggo diikuti sebanyak 7 komunitas. Yakni,
Bonek Bengal, Bonek Pembangkang, Bonek Kampung, Bonek Militan, Bonek Probolinggo Barat, Bonek Probolinggo Timur, dan Bonek Nekat.

“Sebenarnya jumlah anggota Bonek Probolinggo sekitar 500-an, tetapi karena masih pandemi Covid-19, yang mengikuti jambore kita batasi perwakilannya sebanyak 150 orang,” katanya.

Di luar kesamaan hobi sebagai pendukung klub sepkbola, kata Cak Mangun, Bonek bisa diajak melalukan kegiatan sosial kemasyarakatan. “Teman-teman juga menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker,” ujarnya.

Jambore Bonek Probolinggo diapreasi Sekretaris Tim Kerja Pengelola Pantai Permata Pilang (TKP4) Kota Probolinggo, Sulastri. “Tidak sekadar jambore, mereka juga membantu menghijaukan Pantai Permata dengan menanam bibit bakau,” katanya.

Sulastri menceritakan, pada 2010 silam, pantai di muara Kali Pilang seluas 30 hektare itu mengalami kerusakan parah. Soalnya, letusan (erupsi) Gunung Bromo kemudian membawa pasir vulkanis yang menimbun kawasan pantai.

Dua tahun berselang, pada 2012, warga Pilang berusaha memulihkan ekosistem pantai. Di antaranya dengan menghijaukan kawasan pasang-surut dengan hutan mangrove. Sedangkan timbunan pasir tebal ditanami cemara udang.

“Alhamdulillah, sekarang pantai yang dikenal dengan nama Pantai Permata menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi warga,” kata Sulastri.

Penulis : Ikhsan Mahmudi

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Jan 2021 12:56 WIB

Pilih PSBB, Pakar Unair Sebut PPKM Tak Efektif

Surabaya

Pakar Sebut PPKM yang Diterapkan Saat Ini Tidak Efektif

22 Jan 2021 12:23 WIB

Viral, Bayi Empat Bulan Dicekoki Miras oleh Pemuda

Reportase

Polisi menangkap pemuda dan beberapa rekan yang berpesta miras.

22 Jan 2021 12:06 WIB

Pelatih Timnas Aljazair Tolak Karim Benzema

Liga Spanyol

Djamel Belmadi merasa Timnas Aljazair tak butuh Benzema.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...