Bom Medan, Atribut Ojol Dijual Bebas

13 Nov 2019 17:21 Nasional

Ledakan bom membuat pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) sebagai syarat pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 di Polrestabes Medan kocar-kacir, Rabu 13 November 2019 pagi.

Pelaku bom bunuh diri diketahui bernama Rabbial Muslim Nasution. Ia tewas seketika di lokasi kejadian, yakni di depan kantin dekat ruang SKCK. Sedangkan enam orang, empat di antaranya anggota polisi, jadi korban luka.

Pelaku diketahui menggunakan atribut ojek online (ojol). Atribut ojol sendiri sangat mudah didapat oleh siapa saja. Selain dari situs belanja online, beberapa kios di pinggir jalan juga ada yang menjualnya. Kisaran harga yang dijual relatif tidak jauh beda dari yang dijual secara online.

Di aplikasi toko online bernuasa hijau, mulai dari helm hingga jaket ojol dijual dengan bebas. Untuk helm ojol harganya bervariasi mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 135.000. Sementara untuk jaket ojol ditawarkan mulai Rp 90.000 hingga Rp 140.000.

Namun ada juga toko yang menjual paketan helm dan jaket dengan harga sekitar Rp 285.000 per paket. Toko yang menjual atribut ojol rata-rata melayani pengiriman paket tanpa opsi cash on delivery (COD).

Namun, atribut-atribut ojol yang dijual ini bukanlah atribut original yang disediakan oleh perusahaan, melainkan hanya aksesoris.

Yang menjadi pembeda utama antara atribut original dengan yang dijual bebas adalah bahan pembuatannya. Bahan yang digunakan untuk membuat atribut ojol original dengan yang dijual bebas memiliki kualitas yang berbeda.

Untuk jaket misalnya, bahan jaket ojol yang dijual bebas relatif lebih tipis bila dibandingkan dengan yang asli. Namun, memang banyak driver yang lebih memilih untuk menggunakan jaket yang lebih tipis ini dikarenakan cuaca yang relatif panas.

Sementara itu, Tim Inafis telah merampungkan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Polrestabes Medan. Ada serpihan tubuh pelaku yang menempel di sejumlah mobil yang terparkir di TKP.

Ada beberapa kendaraan yang rusak di sekitar pelaku meledakkan diri, yakni mobil dan truk dinas. Selain itu, dari jarak sekitar 20 meter dari titik ledakan, ada mobil yang aksesorisnya copot.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini