Bom di Surabaya, 5 Negara Keluarkan Travel Advice ke Indonesia

14 May 2018 13:47 Internasional

Lima negara mengeluarkan Travel Advice atau imbauan perjalanan untuk wisatawan ke Indonesia. Ini terkait dengan bom yang meledak di Surabaya.

Imbauan perjalanan ini agar para traveler lebih hati-hati saat liburan ke Indonesia terkait bom di Surabaya yang menewaskan 14 orang dan melukai 43 orang lainnya.

Seperti yang diketahui Travel Advice merupakan peringatan keamanan yang dikeluarkan suatu negara untuk warganya lebih berhati-hati di negara yang dianggap sedang berbahaya. Namun Travel Advice sangat berbeda dengan Travel Warning.

Travel Warning adalah larangan yang dikeluarkan oleh sebuah negara bagi warganya untuk tidak berkunjung ke suatu negara.

Berikut rincian 5 negara yang mengeluarkan Travel Advice ke Indonesia:

 

1. Inggris

Inggris paling duluan mengeluarkan Travel Advice untuk wisatawannya yang mau liburan ke Indonesia. Pemerintah Inggris melalui The Foreign and Commonwealth Office (FCO) mengimbau traveler berhati-hati.

“Pada 13 Mei 2018 ada ledakan di tiga gereja di Surabaya di Jawa Timur yang menyebabkan sejumlah kematian dan korban cedera. Kedutaan Besar melakukan kontak dengan pihak berwenang setempat. Jika Anda berada di area tersebut, Anda harus memantau media lokal, berhati-hati, dan ikuti saran dari otoritas lokal,” demikian bunyi Travel Advic Kantor Urusan Asing dan Persemakmuran Inggris, FCO, Senin 14 Mei 2018.

Selain terkait bom di Surabaya, Travel Advice itu juga mengingatkan wisatawan Inggris terkait bahaya erupsi gunung Merapi di Yogyakarta dan Gunung Agung di Bali.

 

2. Amerika Serikat

Menyusul sekutunya, Amerika Serikat ikut mengeluarkan Travel Advice untuk wisatawannya yang mau pergi ke Indonesia.

Dilansir dari situs Kedutaan Amerika Serikat, Senin (14/5), Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyarankan warganya untuk mencari tempat perlindungan, melakukan perencanaan keamanan, memperbarui informasi dari media lokal, dan waspada terhadap lingkungan sekitar. 

Amerika Serikat menyatakan security alert berada di tingkat dua dari empat tingkat. Dalam travel advice tersebut, Pemerintah AS menyebutkan bahwa polisi Indonesia sedang menangani setidaknya tiga ledakan bom di gereja di Surabaya, yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Gubeng, Gereja Kristin Indonesia (GKI), Jalan Raya Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Jalan Raya Arjuna. 

 

3. Australia

Negara tetangga Indonesia, Australia juga ikut mengeluarkan Travel Advice pada Minggu (13/5) malam. Pernyataan tersebut dirilis di situs resmi pemerintah Australia, Department of Foreign Affairs and Trade Australia. Berikut ini pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Australia untuk warganya.

Pada 13 Mei 2018 ada serangan bom di tiga gereja di Surabaya yang menyebabkan banyak kematian dan cedera. Warga Australia diingatkan akan risiko yang semakin meningkat dari serangan lebih lanjut menjelang dan selama Ramadan (pertengahan Mei hingga pertengahan Juni 2018), begitu bunyi travel advice pemerintah Australia seperti dikutip dari smartraveller.gov.au, Senin, 14 Mei 2018.

Tidak hanya di Surabaya saja, pemerintah Australia pun mengeluarkan travel advice warganya ke Bali.

Tingkat saran kami tidak berubah, termasuk Bali. Tingkat yang lebih tinggi berlaku di beberapa bagian negara, lanjut pernyataan tersebut.

 

4. Hong Kong

Hong Kong pun mengeluarkan Travel Advice kepada warganya yang mau plesiran ke Indonesia. Dilihat detikTravel dari website The Government of the Hong Kong Special Administrative Region, Minggu (13/5) Hong Kong mengimbau warganya untuk lebih berhati-hati.

5. Singapura

Negeri Jiran Singapura pun jelang Minggu tengah malam mengeluarkan Travel Advice ke Indonesia. Ministry of Foreign Affairs (MFA) Singapore meminta warganya hati-hati saat traveling ke Indonesia dan dipublikasikan Kedubes Singapura di Jakarta dalam bentuk Consular Notice.

“Warga negara Singapura di Surabaya diimbau untuk menghindari area yang terdampak, melihat media lokal untuk mendapat update dan perkembangan serta meminta tolong pada Pemerintah setempat,” bunyi di situsnya.

Selain diminta untuk menghindari daerah teror bom di Surabaya, pihak Pemerintah Singapura juga meminta warganya di Indonesia untuk melakukan registrasi elektronik via situs Kementerian Luar Negeri Singapura terkait kondisi keamanan pribadi, https://eregister.mfa.gov.sg/. Para warga Singapura pun bisa menghubungi Kedutaan Besar Singapura di Jakarta di nomor +62 811 863 348 dan Kantor Departemen Luar Negeri Singapura di nomor +65 6379 8800 atau +65 6379 8855 jika membutuhkan bantuan mendesak. (*)

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini