Bola Bid'ah Mohamad Salah

20 Jun 2018 11:44 Bola Kultural
Lewat "bola bid'ah" Salah telah menjadi pendakwah tanpa harus menjadi ustadz dan ulama. Ia berdakwah dengan prestasi. Ia mengajak orang berperilaku baik dengan keteladanan.

Mohamad Salah tak bisa berbuat banyak. Main pertama dalam laga Piala Dunia melawan tuan rumah Rusia menjadikan dia serba salah. Saat dalam waktu singkat di awal babak kedua gawang timnya dibobol tiga gol oleh lawan, ia hanya bisa menengadah.

Menjadi tumpuan utama saat membela tim nasional Mesir memang tidak mudah. Apalagi tim yang dibelanya menghadapi pertandingan hidup dan mati setelah laga pertama melawan Uruguay kalah.

Di laga perdana Salah belum diturunkan ke lapangan meski sudah sembuh dari cidera. Penyerang Liverpool ini cidera karena digibeng Sergio Ramos di awal laga Final Liga Champions. Tak bisa meneruskan laga, ia menangis. Fans The Reds meratap.

Salah memang pemain fenomenal. Baru setahun bergabung dengan Liverpool, bintangnya langsung moncer. Ia mengoleksi 44 gol untuk The Reds. Juga menyumbang 5 gol untuk Timnas Mesir sehingga negara itu kali pertama masuk ke putaran final Piala Dunia.

Meski Mesir harus tersingkir, Salah tak sia-sia. Ia sempat melesakkan satu gol cantik lewat tendangan pinalti. Jadilah Salah menjadi salah satu bitang pesepak bola Muslim pencetak gol ketiga di even bola terbesar di jagat raya.

Sudah pasti Mesir akan terhenti sebelum masuk babak 16 besar. Tapi Salah masih tetap dapat pujian. Legenda Inggris Alan Sheerer mengungkapkan kalau salah belum fit sepenuhnya. Baru sembuh 60 persen dari cidera.

Dengan kondisi yang belum sepenuhnya pulih, ia terpaksa main untuk menyenangkan publik Mesir dan penggemarnya di dunia. Dan ia telah memuaskannya dengan tendangan kaki kidalnya dari titik pinalti dengan ciamik.

Mengapa Salah yang kalah ganteng dengan bejibun pemain liga Eropa lainnya menjadi fonomenal? Ini karena ia menjadi pelaku bola bid'ah. Ia telah menjadi seorang pemain bola dan pemeluk agama yang "menyimpang" dari tuntunan dan kebiasaan yang seharusnya.

Bid'ah adalah suatu istilah yang populer dalam Islam. Bid'ah berasal dari bahasa Arab yang artinya suatu perbuatan yang dikerjakan tidak menurut contoh yang sudah ditetapkan. termasuk menambah atau mengurangi ketetapan. Secara linguistik, istilah ini memiliki arti inovasi, pembaruan, atau doktrin sesat.

Sebagai Muslim ia melakukan sesuatu yang tidak pernah diajarkan Nabi. Dalam pandangan Islam ortodoks yang puritan, yang dilakukan Salah adalah sesuatu yang tidak dicontohkan Rasulnya. Di mata kaum seperti ini, bermain dan menonton bola masuk kategori haram alias perbuatan yang dilarang.

Penampilan Mo Salah saat Mesir kontra Rusia di Piala Dunia 2018 Rabu 20 Juni 2018 dini hari tadi Foto Washington Post
Penampilan Mo Salah saat Mesir kontra Rusia, di Piala Dunia 2018, Rabu, 20 Juni 2018, dini hari tadi. (Foto: Washington Post)

Namun di kalangan pemeluk Islam moderat dan mayoritas, Salah adalah pembawa hikmah.
Prestasinya sebagai bintang sepakbola asal Mesir membuat Islam phobia yang sedang melanda Barat menjadi berkurang. Mereka yang dulu benci kini muncul simpati.

Publik bola Eropa menjadi tidak memandang sinis jika ada penonton bola menunaikan salat di lorong stadion. Malah banyak klub yang kemudian menyediakan tempat ibadah yang layak untuk pemain muslim dan fannya. Di Inggris, Jerman, Spanyol dan lainnya.

Stadion milik klub Bayern Munchen malah membangun masjid megah. Lengkap dengan imam dan perpustakaan. Sejumlah masjid di kota para pemain muslim bintang menjadi ramai jamaah. Jadilah Bola Bid'ah Salah menjadi berkah.

Salah menjadi fenomenal juga karena polah tingkahnya "menyimpang" dari para bintang bola lainnya. Jika para pemain tajir di Eropa suka hura-hura, Salah tetap hidup sederhana. Mengedepankan keluarga dan anak dan suka bersedekah.

Salah tak tergoda dengan kebiasaan pemain lainnnya yang gonta-ganti pacar. Ia tak terpengaruh untuk merayakan kemenangan dengan mabuk-mabukan. Ia menjadi mega bintang bola yang sepi skandal.

Dengan prestasinya ia menjadi pahlawan bagi Liverpool dan negaranya Mesir. Bagi publik Eropa pada umumnya ia menjadi "role model" baru yang banyak ditiru. Selebrasi dengan sujud syukur Salah menjadi ditiru banyak anak-anak di Eropa.

Lewat "bola bid'ah" Salah telah menjadi pendakwah tanpa harus menjadi ustadz dan ulama. Ia berdakwah dengan prestasi. Ia mengajak orang berperilaku baik dengan keteladanan. Ia melakukan sesuatu yang belum ada di zaman Nabi tapi menghasilkan kebaikan.

Salah berprinsip seperti orang NU. Yang berpandangan ada bid'ah khasanan, bid'ah dlalalah. Bid'ah yang baik dan bid'ah yang salah. Bid'ah bola Salah bisa masuk dalam bid'ah khasanah.

Kita masih akan lama kembali menyaksikan Salah berlaga dan menjebol gawang lawan dengan olah kakinya. Tapi kita patut berterima kasih kepadanya karena polah tingkahnya yang membawa berkah bagi sesama.

*) Arif Afandi adalah founder ngopibareng.id dan mantan Ketua Umum Persebaya.

Reporter/Penulis : Farid Rahman


Bagikan artikel ini