Muslim Pro disebut menjual data lokasi penggunanya. (Google)
Muslim Pro disebut menjual data lokasi penggunanya. (Google)

Bocor! Muslim Pro Jual Data Lokasi Penggunanya ke Amerika

Ngopibareng.id Aplikasi 17 November 2020 19:45 WIB

Jagad Twitter geger. Sebab, terdapat laporan tentang Departemen Pertahanan Amerika Serikat membeli data lokasi puluhan juta pengguna aplikasi Muslim Pro, dan sejumlah aplikasi berbasis lokasi lainnya. Pembelian itu dilakukan unit khusus kontra terorisme, pemberontakan, dan pengintaian di luar negeri.

Temuan itu dimuat oleh Vice mengutip laporan Motherboard. Di dalamnya disebutkan jika data lokasi milik 98 juta pengguna Muslim Pro, telah dibeli militer AS. Aplikasi lain yang juga datanya telah dibeli, antara lain aplilikasi kencan Muslim, Craiglist, dan juga aplikasi untuk memantau badai.

Muslim Pro sendiri adalah aplikasi untuk mengingatkan waktu salat dan menunjukkan arah kiblat. Aplikasi ini juga menyediakan Al Quran 30 juz lengkap dengan tulisan Arab. Pada situs resminya, Muslim Pro menyebut telah memiliki 98 juta pengguna, baik di sistem operasi Android, maupun iOS milik Apple.

Jual Beli Data Muslim Pro

Motherboard menyebut, militer Amerika Serikat mendapatkan data lokasi dengan mengandalkan perusahaan bernama Babel Street. Dikutip dari CNN, perusahaan ini menciptakan produk bernama Locate XUS Special Operations Command (USSOCOM). Produk yang digunakan dalam tugas melawan terorisme, kontra pemberontakan, dan pengintaian.

Unit bentukan Babel Street ini, lantas membeli akses data ke Locate X, untuk membantu operasi pasukan khusus mereka di luar negeri.

Cara kedua, perusahaan bernama X-Mode membeli data lokasi langsung dari aplikasi Muslim Pro dan yang lain, kemudian menjualnya kepada pihak ketiga yang berkaitan dengan militer AS.

X-Mode membayar pada pengembang aplikasi berdasarkan jumlah pengguna yang dimiliki. Diketahui, Muslim Pro paling banyak mengirim data pengguna aktif hariannya ke X-Mode.

Motherboard menulis, data lokasi penting bagi Amerika Serikat, yang dikenal sering menggunakannya untuk serangan pesawat nirawak atau drone. Selain itu, sebagian besar data lokasi yang dibeli adalah milik Muslim. Data yang penting bagi Amerika Serikat dengan banyak catatan perang panjang dalam invasi di Irak, Afghanistan, dan Pakistan dengan ribuan korban penduduk sipil.

Warganet Geger

Laporan ini lantas membuat warganet geger. Banyak warganet yang mengatakan akan segara menghapus aplikasi ini dari telepon pintar mereka. Seperti yang dikatakan oleh akun @Aiman**, "saatnya uninstall Muslim Pro," katanya.

Akun lain juga banyak yang mencuitkan hal serupa. Mereka juga merekomendasikan aplikasi lain yang disebut lebih aman, untuk membantu Muslim mengingatkan waktu salat dan arah kiblat.

"Kalau nyari aplikasi selain Muslim Pro, bisa coba antara dua ini ya," kata akun @busano** sambil mengunggah tangkapan layar berisi sejumlah aplikasi, di antaranya Quran dan Bekal Islam. (Vic/Cnn/Det)

Penulis : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Dec 2020 23:49 WIB

Surat Ajakan Pilih Er-Ji, Dewan: Risma Sangat Culas

Pilkada

Surat tersebut dianggap sebagai kepanikan Risma.

01 Dec 2020 23:30 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Kasus Edhy Prabowo ke Ngabalin

Korupsi

KPK menjelaskan posisi Ngabalin dalam kasus Edhy Prabowo.

01 Dec 2020 23:15 WIB

Soal Dobel Data, Ganjar Sudah Telpon Menkes dan Satgas

Nusantara

Ganjar minta satgas dan menkes segera perbaiki dobel data covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...