Dyah Ayu Sekar Kinanti, saat menunjukan notes buatan yang terbuat dari koran bekas. (Foto: Pita/Ngopibareng.id)

Bocah Kelas 5 SD, Ubah Koran Bekas Jadi Kertas Baru

Teknologi dan Inovasi 04 October 2019 14:46 WIB

Banyaknya tumpukan koran di rumah dan di sekolahnya menarik perhatian Dyah Ayu Sekar Kinanti. Siswa kelas 5 SDN Kapasari VIII, Surabaya, ini berhasil menjadikan kertas koran bekas menjadi kertas baru yang bisa digunakan kembali.

"Biasanya maksimal kertas koran 'kan dibuat kerajinan. Saya berpikir untuk mendaurulang kembali menjadi kertas baru yang bisa digunakan kembali," kata Dyah kepada ngopibareng.id, Jumat, 4 Oktober 2019.

Siswa berusia 10 tahun ini menjelaskan, proses pembuatan kertas koran bekas menjadi kertas yang dapat digunakan kembali cukup mudah.

"Pertama koran dirobek-robek kecil dulu. Lalu direndam dalam air selama 10 menit. Setelahnya baru diblender sampai hancur. Lalu dicetak dengan menggunakan screen dan rakel sablon," jelas Dyah.

Kertas daur ulang tersebut, tak hanya dicetak menjadi lembaran kertas biasa. Dyah, biasa ia disapa, membentuknya menjadi notes yang bergambar dan berbentuk unik.

"Di sini gambar yang saya pilih untuk notes seperti gambar bumi untuk mengingatkan agar menjaga bumi lewat lingkungan. Bentuknya juga menyesuaikan gambar, ada yang bulat, kotak sampai bentuk karakter. Seperti, Helo Kitty dan karakter lainnya," tambahnya.

Untuk gambar, Dyah mengungkapkan, gambar-gambar tersebut dia buat sendiri dengan menggunakan cat air dan spidol. Tantangannya dalam mengambar spidolnya gampang luntur. Jadi harus pakai cat air dulu sampai kering lalu ditebali dengan spidol.

Notes buatan Dyah yang memiliki bentuk dan gambar yang lucu Foto PitaNgopibarengidNotes buatan Dyah yang memiliki bentuk dan gambar yang lucu (Foto: Pita/Ngopibareng.id)

Selain membuat kertas baru, Dyah juga membuat membatas buku bergambar karakter kartun dari koran bekas.

Dalam proses pembuatan kertas dari koran bekas ini, Dyah juga dibantu ibu dan kakak-kakaknya di rumah.

Inovasi daur ulang dari Dyah ini berhasil masuk dalam pemilihan 'Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2019'.

Ke depan, Dyah berharap inovasinya ini dapat dikembangkan dan menjadi usahan yang bermanfaat.

"Ingin nanti diteruskan, supaya bisa jadi usaha," imbuhnya.

Sementara, Eny Murtiningtyas, guru pendamping Dyah berharap, dengan keikutsertaan Dyah pada acara tersebut bisa menambah pengalaman muridnya.

Penulis : Pita Sari

Editor : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.