Victor Riyois Sorongku (tengah) saat mempraktekan board game 'The Pomana' yang ia buat. (Foto: Istimewa)

Keliling Tempat Wisata dengan Board Game Karya Mahasiswa Ubaya

Teknologi dan Inovasi 11 September 2019 20:10 WIB

Mempromosikan sebuah kawasan wisata, biasanya dilakukan melalui iklan di media massa, selebaran pamflet, atau spanduk. Namun, ada cara baru untuk promosi yakni lewat sebuah permainan.

Melalui pemikiran kreatif Victor Riyois Sorongku, mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya), media promosi dapat melalui board game. Papan permainan itu bernama 'The Pomana'. Cara main game ini mirip Monopoli. Game ini bisa dimainkan dari usia 14-55 tahun.

"Board game ini memang dibuat untuk mengenalkan budaya dan tempat wisata yang ada di Poso, Sulawesi Tengah. Saya melihat wisata di Poso sangat beragam, tapi jarang orang mengetahuinya," kata mahasiswa yang akrab disapa Victor ini, Rabu 11 September 2019.

Semua lokasi yang ada di dalam board game tidak diletakkan secara sembarangan. Tapi menyesuaikan peta Kota Poso.

Victor pun menceritakan, bagaimana dirinya mengumpulkan gambar-gambar tempat wisata yang di Poso dengan penuh perjuangan.

"Kesulitan membuat board game ini terletak pada pengambilan gambar yang lokasinya sulit dijangkau. Contohnya, salah satu gunung batu yang ada disana, harus melewati batu-batu yang terjal dulu agar bisa ambil foto," ungkap mahasiswa asal Poso ini.

Board game karya  Victor Riyois Sorongku mahasiswa Universitas Surabaya UbayaFoto istimewa Board game karya Victor Riyois Sorongku, mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya)(Foto: istimewa)

Proses penggarapan board game ini butuh waktu satu tahun. Victor butuh riset untuk pengerjaannya.

Permainan ini dilakukan dengan cara explore, membangun sebuah bangunan atau  membeli artefak, dan pilihan lainnya juga dapat mengambil kartu kesempatan. 

"Paling banyak dimainkan 6 orang, paling sedikit bisa dimainkan tiga orang," imbuhnya. 

Dengan adanya inovasi yang diciptakan ini, Victor berharap pemerintah lebih peduli dalam memperomosikan wisata yang ada di Poso. 

"Karena saya lihat sekarang ini, banyak bangunan wisata di kota tersebut menjadi terbengkalai," sambung Victor.

Penulis : Pita Sari

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

02 Sep 2019 20:44 WIB

Belajar Matematika dan Bahasa Inggris dengan Inovasi The Climber

Teknologi dan Inovasi

Belajar Matematika dan Bahasa Inggris lebih mudah dengan The Climber.

31 Aug 2018 15:28 WIB

Enchantale Board Game, Bantu Kembangkan Karakter Anak

Pendidikan

Di era perkembangan teknologi seperti sekarang, beragam kemudahan dapat diperoleh dengan gagdet, dari mulai mengakses informasi hingga lainnya.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.