BNPB Catat Gempa Lombok Sebabkan 32 Rumah Roboh dan 3 Meninggal

17 Mar 2019 23:59 Timur Indonesia

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut akibat gempa 5,4 SR di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu, 17 Maret 2019 pukul 14.09 WIB menyebabkan 32 rumah roboh, 499 unit rumah rusak sedang dan ringan, serta 3 orang meninggal.

"Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur mencatat, 32 rumah roboh, serta 499 unit rumah rusak sedang dan rusak ringan. Sedangkan korban tewas tercatat 3 orang dan 44 luka-luka," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam rilisnya, Minggu, 17 Maret 2019 malam.

Korban tewas itu terdiri dua wisatawan asal Malaysia dan seorang lainnya warga lokal yang merupakan pemandu wisatawan. "Mereka tertimpa material longsoran akibat adanya gempa di kawasan Air Terjun Tiu Kelep, Kabupaten Lombok Utara yang berada di bawah kaki Gunung Rinjani," katanya.

Sutopo menambahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD melakukan kaji cepat dan pendataan dampak gempa. BPBD NTB telah mengirimkan bantuan berupa makanan siap saji, terpal, lauk pauk, matras, mi instan dan telor. "Pendataan terus dilakukan," katanya.

Menurut Sutopo, sebanyak 36 wisatawan, 22 di antaranya dari Malaysia dan 14 wisatawan Nusantara telah berhasil dievakuasi dari kawasan Air Terjun Tiu Kelep di Lombok Utara. Selain itu, sekitar 50 orang berhasil dievakuasi dari Pos 2 ke Pos 3 di Gunung Rinjani dalam kondisi aman.

Mereka adalah tim survai jalur pendakian Gunung Rinjani yang berasal dari TNGR, BPBD NTB, Geopark, Porter, PVMBG, Orplas, TO, TNI, dan Polri.

"Penanganan darurat masih dilakukan. BPBD berkoordinasi dengam berbagai pihak seperti TNI, Polri, BMKG, Basarnas, SKPD, Tagana, relawan dan lainnya," katanya.

Diketahui, gempa 5,4 SR (terkoreksi sebelumnya 5,2) berpusat di darat pada 20 km arah utara Kota Selong, Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 19 km. Selang dua menit kemudian pada pukul 14.09.19 WIB terjadi gempa bumi susulan dengan kekuatan 5,1 SR berkedalaman 10 km.

BMKG mencatat gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran turun (normal fault).

Gempa dirasakan kuat selama 2-5 detik di Lombok Timur. Masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah. Beberapa bangunan ada yang roboh dan rusak. (wit)

Reporter/Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini