Kepala BNNK Surabaya AKBP Kartono. (Foto: dok. Pribadi)
Kepala BNNK Surabaya AKBP Kartono. (Foto: dok. Pribadi)

BNNK Surabaya Bantah Ada Kepentingan Politik di Acara ASB

Ngopibareng.id Surabaya 03 July 2020 23:01 WIB

Kepala BNN Kota Surabaya, AKBP Kartono mengaku, kaget saat mendengar ada aksi yang mengatasnamakan warga Ploso dengan menuduh BNN ditunggangi kepentingan politik dalam acara Award Surabaya Bersinar.

"Sejak pandemi covid-19 melanda kota Surabaya semua kegiatan ditiadakan. Bahkan selama covid tidak ada lagi kegiatan sosialisasi ke daerah-daerah atau wilayah-wilayah di Kota Surabaya," katanya, Jumat, 3 Juli 2020.

Bahkan, kata Kartono, acara Award Surabaya Bersinar 2020 itu juga sudah selesai. Dan BNN sudah menetapkan 12 kelurahan terbaik yang mendapatkan penghargaan.

"Kelurahan yang kita beri penghargaan, dianggap berperan serta aktif di dalam rangka program Suroboyo Wani Lawan Narkoba," katanya. 

Ia heran, ada masyarakat yang tak tahu darimana tiba-tiba menuduh BNN melakukan kegiatan di kampungnya. Mulai dari kegiatan senam, bagi-bagi kaos, stiker dan lainnya. Padahal, selama ini BNN tak pernah ada agenda ke masyarakat selama covid-19. 

"Personil saya nggak berani turun. karena mereka menjaga kesehatan dan keselamatan masing-masing. Waktu saya ikuti alurnya, yang demo itu maunya apa saya nggak tahu. Saya kenal juga nggak. Jadi nggak bener. Itu hoax itu. ASB sudah selesai," katanya.

Menurutnya, jika ada lembaga yang turun ke masyarakat dan mengampanyekan anti narkoba, itu bukan tanggungjawab BNN. Karena BNN, sudah tak pernah ada lagi kegiatan selama pandemi.

"Kalau ada lsm-lsm lain bergerak ya itu urusan mereka sendiri. Kan tanpa sepengetahuan BNN," katanya.

Ia berharap masyarakat tak mudah mempercayai berita yang tak diketahui kebenarannya dan tak menggunakan narkoba.

"BNN tidak ada agenda apa-apa. Tapi tetap, kita harus Surabaya Wani Lawan Narkoba," katanya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Ploso menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor BNN Kota Surabaya. Mereka menuntut BNN harus independen. Tidak boleh ditumpangi kepentingan politik oleh bakal calon walikota.

Warga mengaku, menemukan adanya dugaan kampanye terselubung di balik acara Award Surabaya Bersinar oleh salah satu bakal calon walikota. 

"Di acara senam misalnya, ada pembagian kaos, kalender dan stiker bergambar bakal calon," kata Nafi, salah satu orator aksi, Kamis 2 Juli 2020.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Dec 2020 21:00 WIB

Lahar Dingin Semeru Melanda, Sebagian Warga Lumajang Mengungsi

Jawa Timur

Lahar dingin disebabkan hujan mengguyur Semeru atas.

03 Dec 2020 20:45 WIB

Jokowi Keluarkan Empat PP tentang Disabilitas Sepanjang 2020

Nasional

Peringatan Hari Disabilitas Internasional pada tahun ini harus menjadi momentum penegasan kepedulian.

03 Dec 2020 20:30 WIB

Machfud Gemar Sowan Kiai, Warga Kejawen Putih Dukung MAJU

Pilkada

Dinilai memiliki kepedulian terhadap siapapun

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...