Arsip Foto. Kapal tongkang berlayar saat gelombang tinggi di Selat Bali terlihat dari Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu 1 Juni 2019. (Foto: Antara/Candra Setya CANDRA SETYA)

BMKG: Perairan Indonesia Berpotensi Hadapi Gelombang Tinggi

Warta Bumi 12 June 2019 13:29 WIB

Gelombang dengan tinggi sampai enam meter berpotensi menyambangi sebagian wilayah perairan Indonesia hingga empat empat hari ke depan menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut informasi dari Kepala Bagian Humas BMKG Taufan Maulana yang diterima di Jakarta, Rabu, gelombang setinggi empat sampai enam meter antara lain diprakirakan terjadi di Perairan Barat Mentawai hingga Bengkulu, Perairan Barat Lampung, dan Samudera Hindia barat Mentawai hingga Lampung.

Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa hingga Lombok, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan Jawa hingga Lombok juga berpotensi menghadapi gelombang dengan tinggi empat sampai enam meter.

Gelombang dengan kisaran tinggi 2,5 sampai empat meter menurut prakiraan terjadi di Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Pulau Siberut, Samudera Hindia barat Aceh hingga Nias, Perairan Selatan Sumbawa-Pulau Sumba-Pulau Sawu, Samudera Hindia selatan Sumbawa hingga Sumba, dan Laut Arafuru.

Sementara wilayah perairan seperti Perairan Timur Pulau Simeulue, Perairan Timur Kepulauan Mentawai, Selat Sape bagian selatan-Selat Sumba, Laut Sawu-Selat Ombai, Perairan Selatan Flores, Perairan Kupang-Rote, Laut Timor selatan NTT, Selat Karimata, Laut Jawa, dan Perairan Selatan Kalimantan berpotensi menghadapi gelombang dengan tinggi 1,25 sampai 2,5 meter.

Demikian pula Perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, Perairan Timur Kepulauan Selayar, Laut Flores, Teluk Bone bagian selatan, Perairan Bau Bau-Wakatobi, Perairan Manui-Kendari, Perairan selatan Pulau Buru-Seram, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, Laut Banda, Perairan Amamapare, serta Perairan Barat Yos Sudarso.

Menurut Taufan, gelombang tinggi datang karena pola angin di wilayah utara ekuator yang umumnya berembus dari timur-selatan dengan kecepatan 4-15 knot dan di wilayah selatan ekuator yang umumnya berembus dari timur-tenggara dengan kecepatan 4-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Pulau Enggano hingga selatan Jawa, Pulau Sawu-Pulau Rote, Laut Timor, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Tanimbar, Perairan Selatan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, Laut Arafuru dan Perairan Yos Sudarso-Merauke. (ant)

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Aug 2019 11:11 WIB

Gelombang Enam Meter Ancam Laut Kidul Jawa Timur

Jawa Timur

Peningkatan gelombang akibat tekanan rendah di Samudera Pasifik Timur Filipina.

21 Jul 2019 06:35 WIB

Badai Tropis Danas dari Filipina Berdampak ke Perairan Aceh

Warta Bumi

Peringatan dini BMKG soal dampak badai tropis Danas di Filipina.

04 Jun 2019 16:08 WIB

Nakhoda pelayaran di Sanur-Bali Diingatkan Kondisi Cuaca Memburuk

Nasional

Keberangkatan wisatawan asing meningkat sekitar 10 hingga 15 persen

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.