Ilustrasi gempa bumi. (Ilustrasi: Vidhi/Ngopibareng.id)

BMKG: Belum Ada Laporan Korban Akibat Lindu 6,1 SR Jayapura

Timur Indonesia 19 January 2020 07:43 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa belum ada laporan kerusakan akibat gempa atau lindu dengan magnitudo 6,1 di wilayah Jayapura, Papua, yang terjadi pada Sabtu, 18 Januari 2020 pukul 23.38 WIB.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi tersebut,” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono seperti dikutip dari Antara, Minggu 19 Januari 2020.

Rahmat pun meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan kabar-kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
 

Bersamaan dengan itu, BMKG juga menginstruksikan masyarakat untuk menghindari lereng tanah atau batuan yang berpotensi longsor.

Selain itu, jangan berada di bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Warga mesti memastikan bangunan mereka tetap dalam kondisi baik setelah diguncang gempa.

“Sebelum kembali ke rumah, periksa dan pastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan bangunan akibat getaran gempa,” tutur Rahmat.

Gempa tektonik dengan magnitudo 6,1 terjadi di wilayah Jayapura pada Sabtu, 18 Januari 2020 pada pukul 23.38 WIB. Sebelum datanya dimutakhirkan, gempa disebut bermagnitudo 6,3.

Lokasi gempa berpusat di darat, 108 kilometer arah barat Kota Jayapura dengan kedalaman 53 kilometer.

BMKG menegaskan bahwa gempa bumi tersebut berjenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisa mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi bermekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Dampak guncangan sangat terasa di Sentani dengan kekuatan IV Modified Mercalli Intensity (MMI) atau dapat dirasakan orang banyak pada siang hari di dalam rumah.

Lalu di Jayapura dan Sarmi kekuatan gempa mencapai III-IV MMI, Yahukimo dan Keerom III MMI dan Wamena II-III MMI.

Hasil pemantauan BMKG pada Minggu dini hari pukul 00.17 WIB, terjadi gempa bumi susulan (after shock) dengan magnitudo 4,4.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

12 Aug 2020 01:34 WIB

Cegah Pengambilan Paksa Jenazah, Pemkot Malang Ingatkan RS

Jawa Timur

Terkait video viral pengambilan paksa jenazah di Malang.

12 Aug 2020 00:30 WIB

Bertambah 20 Orang, Kasus Covid-19 di Pasuruan Total 737 Kasus

Ngopibareng Pasuruan

Dalam sehari kasus baru covid-19 di Pasuruan bertambah 20 orang.

11 Aug 2020 23:34 WIB

BNI Dukung Ketahanan Pangan Lewat KUR untuk Petani

BNI Peduli

Bekerjasama dengan Kementerian Pertanian.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...