Blend: Apa sih Kopi Blend? Ini Penjelasannya

22 Jan 2019 19:00 Ngaji Kopi

Kalau yang dibuat roti, iklannya juga sering muncul di televisi, apa dong namanya? Blue Blend.

Hahahaha. Salah dong. Lawakan Srimulat yang sering bikin salah-salah begini. Biar lucu. Biar tertawa. Semua awak Srimulat ahli membuat beginian.

Itu namanya plesetan. Kata diplesetkan. Supaya kepleset beneran. Lalu ditertawakan.

Blend. Bukan blue blend. Yang benar adalah blue band. (Aduh banyak disebut, padahal bukan iklan lho ya).

Blue band memang salah satu bahan untuk membuat kue. Untuk membuat roti. Blue band bisa menguntungkan untuk citarasa roti. Biar mengembang, biar gurih, biar harum, lalu sedap.

Blend. Jelas berbeda dengan blue band. Kalau blend biasanya akrab dalam istilah dunia kopi. Kopi blend artinya kopi campur.

Menurut Bambang Sriyono, Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia, nge-blend bisa juga disebut ilmu mencampur kopi. Melakukan tindakan atas pencampuran satu jenis kopi dengan jenis kopi yang lain.

Umumnya, kopi yang dicampur, adalah kopi jenis robusta diblend dengan kopi jenis arabika. Atau kopi arabika diblend juga dengan kopi arabika. Bisa kopi dalam satu lingkup wilayah, bisa juga dengan kopi wilayah lain. Bahkan kopi dari negara lain.

Kata Bambang Sriyono, setidaknya ada enam pijakan di saat nge-blend atau mencampur kopi. Antara lain melibatkan: antarjenis kopi, antartempat tumbuhnya kopi, antarproses pengolahan paskapanen kopi, antarvarietas/klon kopi, antarlevel roasted kopi, terakhir kombinasi dari kelimanya.

Buat apa sih kopi dicampur-campur? Memangnya bisa seperti es campur. Bisa seperti nasi campur... 

"Beda pakde... ada tujuan kenapa kopi harus dicampur. Nah, tujuan inilah yang penting. Sangat penting malah untuk para penyeduh dan barista kopi," kata Bambang Sriyono mantap. 

Bambang Sriyono Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia Fotodok pribadiinstagram BS
Bambang Sriyono, Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia. (Foto:dok pribadi/instagram BS)

Tujuan ngeblend sejatinya adalah untuk mendapatkan sensasi atau ciri atau kekhasan dari produk/sajian kopi itu sendiri. 

Antarjenis kopi misalnya. Diketahui, kata Bambang Sriyono yang belum lama ini melatih petani kopi di Provinsi Bengkulu, jenis kopi di dunia ini ada robusta, arabika, liberika, dan excelsa. Boleh dan silahkan kalau ingin mengombinasikannya. Tidak dilarang. Tidak ada juga yang akan mempolisikan. 

Tapi yang sering digunakan adalah  robusta-arabika. Tujuannya: robusta dikenal mempunyai bodi (kekentalan) yang nendang. Lalu dicampur arabika yang mempunyai taste yang komplek, tapi bodinya ringan. Pencampuran keduanya diharapkan mampu menghasilkan sensasi yang unik.

Kedua, antartempat tumbuhnya kopi. Dipahami, kopi ditanam di tempat berbeda akan mempunyai rasa yang berbeda pula. Kok bisa? Bisalah! Berbeda ini bisa memunculkan kekhasan tersendiri. "Belum lagi tinggi lokasi penanaman kopi, yang biasanya berdasarkan ketinggian (mdpl), kalau diblend pasti ada sensasi lain yang unik. Ini yang paling banyak dicari."

Ketiga, antarproses pengolahan paskapanen kopi. Misalnya: proses FW, SW, DP, DH, dan WH akan ditemukan rasa yang menggoda untuk dicecap. Apa itu FW, SW, DP, DH, dan WH? "Kalau ini sambung besok lagi ya, bisa tujuh hari tujuh malam kalau menjelaskan ini. Bisa ngantuk sampeyan. Besok saja tak jelaskan sendiri dalam waktu dan gelombang yang sama," Canda Bambang.

Empat, Alantarvarietas/klon. Begini: bahwa masing-masing varietas/klon mempunyai ciri, karakter dan taste yang berbeda. "Kalau bisa ngeblendnya, wow pasti bisa bikin lidah kopi ketagihan. Tak percaya? Coba saja! Tapi sebaiknya konsultasi dulu dengan yang ahli blend. Ke saya misalnya hehehehe," tawa Bambang Sriyono.

Kelima, antarlevel roasting kopi. Soal roasting kopi sudah banyak dibahas. (Tujuh hari tujuh malam juga kalau membahasnya, hahahaha). Tapi intinya begini, level roast itu ada lightmedium, dan dark. Kalau masing-masing dengan formula tertentu digabungkan, wow pasti nggak kebayang nikmatnya.

Ini yang terakhir: adalah kombinasi dari kelimanya. Dari masing-masing 1-5 dikombinasikan. Utuh. Ditambah dengan ramuan imajinasi, kesungguhan, rasio, doa, mungkin juga jampi-jampi, restu dari para leluhur, mengheningkan cipta, laku dan tirakat di bawah pohon kopi, wow dijamin akan bikin yang menyruputnya sampai tetes terakhir. Karena masing-masing pasti punya keistimewaan.

"Salam ngopi, selamat ngopi, lalu selamat mencoba, dan semoga bermanfaat," pungkas Bambang Sriyono penuh energi kopi. (widikamidi)

Reporter/Penulis : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini