Wali Kota Malang, Sutiaji saat mencoba Bilik Sico (Foto: Lalu Theo/Ngopibareng.id)

Bilik Sikat Corona Bikinan UB Kebanjiran Pesanan

Pojok Unibraw 24 March 2020 19:42 WIB

Bilik sikat corona (Sico) rancangan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) kebanjiran pesanan sejak diperkenalkan pada 19 Maret 2020 lalu.

Bilik Sico merupakan alat sterilisasi seseorang dari berbagai macam virus termasuk virus corona atau covid-19. Cara kerjanya yaitu, ketika seseorang masuk ke bilik tersebut maka ia akan disemprot oleh cairan disinfektan selama 5 detik.

Dosen pembimbing pembuat bilik Sico, Sugiarto, menyatakan, akibat pandemi covid-19 di Indonesia, pihaknya kebanjiran pesanan dari berbagai wilayah.

"Di minggu ini kami mendapatkan pesanan bisa sampai 50 bilik," tuturnya pada Selasa 24 Maret 2020.

Pesanan tersebut datang dari berbagai instansi, Puskesmas sampai perusahaan. Ada juga pesanan dari pemerintah daerah (Pemda) seperti Pemda Probolinggo, Lumajang, Trenggalek dan Batu. "Mereka itu memesan di kami satu sampai dua unit bilik Sico," ujar Sugiarto.

Sugiarto menjelaskan untuk satu unit bilik Sico sendiri ia jual dengan harga sebesar Rp3 juta. "Dari hitung-hitungan kami mulai bahan dan diskusi dengan teman-teman di bengkel keluar harga segitu. Ini termasuk murah," katanya.

Ada pun komponen dari alat tersebut terdiri dari baja hollow, lalu plastik fiber di kiri dan kanan rangka dan plastik transparan yang digunakan sebagai pintu keluar masuk di depan dan belakang.

Kesemua komponen tersebut dirakit membentuk sebuah kotak persegi, dengan diameter sebesar 1x1x2,2 meter. Untuk sistem injeksi penyemprotan cairan disinfektan, bilik tersebut memakai pompa dengan jenis TC.

"Bahannya semua kami dapatkan di Kota Malang. Kami juga mengajarkan cara membuat bilik tersebut kepada beberapa orang santri di Bahrul Maghfiroh dan masyarakat," terang Sugiarto.

Kini beberapa orang santri dan masyarakat tersebut juga membantu proses produksi dari bilik Sico. "Kami saat ini punya lima bengkel untuk produksi bilik. Satu ada di Bahrul Maghfiroh," kata Sugiarto.

Sugiarto juga mempersilakan jika masyarakat ingin memproduksi secara mandiri bilik Sico tersebut. "Silakan. Kami bisa mengajari masyarakat merancang, mengukur diameternya dan membuat sistem injeksinya," terangnya.

Kapasitas tangki dari bilik Sico bisa menampung cairan disinfektan sebanyak 10 liter. Ukuran 1 satu liter bisa bertahan sampai 10 menit dengan estimasi tiap orang disemprot disinfektan selama lima detik.

"Harapannya bilik ini mampu membantu mencegah penyebaran virus corona," terang Sugiarto.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 May 2020 23:54 WIB

PUPR Imbau tak Mudik Lewat Video Pendek

PUPR

Kementerian PUPR minta warga tak mudik.

25 May 2020 23:20 WIB

Covid-19, Amerika Serikat Tolak Pengunjung dari Brazil

Internasional

Aturan mulai berlaku per 28 Mei 2020.

25 May 2020 22:45 WIB

Empat Pemudik dan Dua Nakes di Probolinggo Positif Covid-19

Jawa Timur

Jumlah kasus di Probolinggo bertambah jadi 83 orang.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.