KESEJAHTERAAN: Din Syamsuddin, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, saat di Malang. (foto: ist)
KESEJAHTERAAN: Din Syamsuddin, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, saat di Malang. (foto: ist)

Bicara Pancasila, Din Syamsuddin Soroti Ketimpangan Sosial

Ngopibareng.id Khazanah 05 August 2018 09:19 WIB
“Jalan tengah merupakan solusi peradaban dunia. Pancasila menjadikan jalan tengah sebagai solusi dalam konflik-konflik yang terjadi. Hal tersebut juga dipaparkan alam Al Quran,” kata Din Syamsuddin.

Menjadikan Pancasila sebagai jalan tengah membangun peradaban. Pancasila merupakan dasar negara yang merupakan bentuk kritalisasi nilai-nilai agama terutama Islam.

Menurut Din Syamsuddin, nilai-nilai Pancasila tersebut terbentuk dari nilai-nilai Islam, maka sudah seharusnya umat Islam menjalankan konsep Pancasila.

"Dalam momen pertemuan pemuka-pemuka agama, seluruh pemuka agama sepakat bahwa Pancasila sejatinya adalah intisari dari ajaran Islam," jelas Din Syamsuddin, Minggu 5 Agustus.

“Pendapat aktif itu berarti seluruh elemen masyarakat turut aktif mempraktikkan Pancasila bahkan pada tingkatan yang paling bawah," kata Din Syamsuddin.

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, mengungkapkan hal itu, saat Seminar Pancasila di Muktamar IMM ke XVIII, di Malang.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015 ini mengingatkan, antara agama dan Pancasila memang dua hal yang berbeda. Agama buatan Tuhan, sedangkan pancasila buatan manusia. Meskipun secara keduanya bertentangan, namun keduanya memiliki subtansi yang sama.
Perdamaian akan terjadi jika Indonesia sudah kembali ke Pancasila. Maka dari itu, seharusnya setiap bangsa Indonesia khususnya warga Muhammadiyah dan kadernya turut melakukan pendapat aktif terkait Pancasila itu sendiri.

“Pendapat aktif itu berarti seluruh elemen masyarakat turut aktif mempraktikkan Pancasila bahkan pada tingkatan yang paling bawah," kata Din Syamsuddin.

Din mengatakan hingga saat ini kondisi perekonomian bangsa sangat tidak stabil. Kondisi ekonomi dan kesejahteraan bangsa sangat jauh dari Pancasila sila ke-4 dan ke-5.

“Jika praktik pemimpin Indonesia masih saja 'jauh api dari panggang' maka jangan harap kondisi perekonomian di Indonesia akan stabil," tegasnya.

Setidaknya ada beberapa hal inti dari Pancasila, di antaranya, yaitu siap hidup berdampingan secara damai, bekerjasama untuk membangun kehidupan bersama, serta menjadikan pancasila sebagai jalan tengah (middle path) yang tidak terjebak ektremitas kanan atau kiri.

“Jalan tengah merupakan solusi peradaban dunia. Pancasila menjadikan jalan tengah sebagai solusi dalam konflik-konflik yang terjadi. Hal tersebut juga dipaparkan alam Al Quran,” tegasnya lagi.

Kader IMM sebagai pelopor dan pelangsung khususnya di kalangan pemuda harus bisa memasifkan gerakan pancasila tersebut pada sendi-sendi kegiatan bahkan sampai ke akar rumput.

"Mengisi Pancasila merupakan suatu moment dalam berfastabiqul khoirat yang mana kader IMM bisa menggunakan nilai-nilai etika Islam untuk menggiatkan pancasila dalam prakteknya," pungkasnya. (adi)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

05 Mar 2021 15:17 WIB

Kedigdayaan NU dan Muhammadiyah

Ahmad Zaini

Sorotan terkini atas politik kebangsaan

04 Mar 2021 03:39 WIB

Haedar Nashir: Pancasila Tak Sekadar Fundamen Politik

Khazanah

Renungan tentang gagasan Founding Fathers RI

03 Mar 2021 11:11 WIB

Kuatkan Bela Negara, Ini 6 Keputusan Tanwir II Hizbul Wathan

Khazanah

Sukses Gelar Tanwir Daring

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...