Logo PDAM Surya Sembada Surabaya. (Foto: Instagram PDAM Surabaya)

Janji Dirut PDAM Air Tidak Mati Lebih dari 12 Jam

Surabaya 03 October 2019 19:41 WIB

PDAM Surabaya akan merehabilitasi pipa diameter 450 milimeter di frontage road Wonokromo, tepat sebelah Jembatan Mayangkara pada Jumat, 4 Oktober 2019.

Rehabilitasi ini dilakukan karena dampak proyek pelebaran jalan di Wonokromo. Hal ini akan berdampak langsung pada pasokan air bersih di beberapa titik wilayah di Surabaya.

Direktur Utama PDAM Surya Sembada Mujiaman mengatakan bahwa rehabiltasi tersebut akan dilakukan pada Jumat malam. Ia pun mengimbau warga untuk menyimpan air bersih selama proses tersebut berlangsung.

"Betul, mulai besok. Karena ada pelebaran jalan di Wonokromo di sebelahnya terminal Joyoboyo," kata Dirut PDAM Surya Sembada Mujiaman saat dikonfirmasi ngopibareng.id via telepon, Kamis 3 Oktober 2019 malam.

Mujiaman menjelaskan, rehabilitasi dilakukan karena pipa diketahui berada tengah jalan dan akan mengganggu lift Jembatan penyebarangan Orang (JPO). Untuk itu, pihaknya akan memindahkan ke pinggir sebelah sisi barat.

"Itu kalau tidak kita pindah maka pipanya akan di tengah jalan. Dua juga akan mengganggu bangunan lift juga," katanya.

Maka dari itu, lanjut Mujaiman, pemerintah kota dengan PDAM sepakat untuk memindahkan jaringan itu ke pinggir sebelah sisi barat jalan. Karena bila tidak dipindah ke pinggir, maka pipa tersebut akan berada di tengah dan akan sulit untuk proses pemeliharaan.

Mujaiman memastikan, PDAM hanya mematikan air selama 12 jam. Bahkan, ia berharap bisa lebih dipersingkat.

"Mulai pemutusannya pada Jumat besok, pukul 22.00 WIB, dan selesai Pukul 10.00 WIB pada Sabtu lusa. Jadi hanya sekitar 12 jam tapi kita usahakan tidak sampai segitu, dan kita hanya mutus saat malam hari, setelah itu menyala kembali dan proses normalisasi," janjinya.

Akibat rehabilitasi itu, sekitar 40 ribu pelanggan pasokan airnya akan terganggu. Meski begitu, PDAM sudah melakukan analisi risiko dalam rangka menghadapi itu. Termasuk salah satunya tidak menggunakan las dalam penyambungan, sehingga normalisasi tidak membutuhkan waktu yang lama.

"Dampaknya itu mencapai 40 ribu pelanggan di sekitar Pagesangan, Gayungan, Menanggal, Kebonsari, Injoko, Ketintang dan wilayah sekitarnya," ucap Mujaiman.

Untuk mengantisipasi pemutusan pasokan air juga, pihak PDAM akan menyediakan sekitar 17 truk tangki air. Hal itu dilakukan untuk menyuplai kebutuhan pasokan air di wilayah yang terdampak.

"Kita juga sudah siapkan untuk besok ready 17 truk tangki air. Jadi, cukup untuk kebutuhan di situ di wilayah terdampak," imbuh Mujaiman.

Untuk air tangki gratis, warga dapat menghubungi call center di nomor 08001926666. Untuk pembagiannya satu tangki diperuntukkan kepada 5-7 kartu keluarga.

Penulis : Faiq Azmi

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

19 Jan 2020 03:13 WIB

Disebut Kandidat Cawawali, Dirut PDAM: Belum Ada Komunikasi

Pilkada

Direktur PDAM Surabaya masuk bursa calon pendamping Machfudz Arifin

26 Dec 2019 21:26 WIB

PDAM Akui Bisa Urus Air Seperti Singapura, Asalkan Ada Hal Ini

Surabaya

Menurut Mujiaman, dukungan full dari stakeholder bisa membuat PDAM maju

18 Dec 2019 16:33 WIB

Waduh, Air PDAM di Beberapa Kawasan Surabaya Keruh Lagi

Surabaya

Belum ada tanggapan dari PDAM.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.