Katib Am PBNU, Yahya Cholil Staquf. (Foto: Istimewa)
Katib Am PBNU, Yahya Cholil Staquf. (Foto: Istimewa)

Bertemu Nadiem, Gus Yahya: NU Tetap Dalam POP

Ngopibareng.id Nasional 06 August 2020 15:29 WIB

Katib Am PBNU, Yahya Cholil Staquf, siang tadi, Kamis, 6 Agustus 2020 melakukan pertemuan dengan Mendikbud Nadiem Makarim.

“Ini silaturahmi untuk mengurai kekusutan komunikasi yang sempat terjadi”, Katib Am menjelaskan, “dalam suasana prihatin akibat pandemi dan masyarakat sangat membutuhkan jalan keluar dari berbagai kesulitan, sangat tidak elok kalau kontroversi yang tidak substansial dibiarkan berlarut-larut”.

Menurut Katib Am, ia menemui Mendikbud atas persetujuan Rais Am dan Ketua Umum PBNU, untuk menyampaikan keputusan bahwa NU tetap ikut serta dalam Program Organisasi Penggerak (POP) yang diinisiasi oleh Kemendikbud. Keputusan itu diambil dalam rapat di PBNU pada hari Selasa, 4 Agustus 2020 yang lalu, setelah ada klarifikasi mengenai dua hal.

Pertama, bahwa POP bukan program yang bersifat akar rumput, tapi lebih bersifat laboratorial.

“Memang sudah ada klarifikasi dari Mendikbud sebelumnya bahwa dengan POP ini sebenarnya Kemendikbud hanya bermaksud membeli model inovasi dari berbagai pihak yang menawarkan gagasan”, kata Katib Am, “yang diukur adalah kelayakan gagasan dan perencanaan eksekusinya. Pihak mana pun bisa ikut tanpa harus bergantung pada ukuran organisasi atau keluasan konstituennya”.

Untuk menyentuh akar rumput, termasuk warga NU, Kemendikbud menyiapkan sejumlah program lain, misalnya, program afirmasi.

Kedua, bahwa pelaksanaan POP dimulai bulan Januari 2021 yang akan datang, sehingga ada waktu yang cukup untuk menuntaskan pelaksanaan program sepanjang tahun depan.

“Kami mendukung upaya Mendikbud untuk mengambil langkah-langkah kongkret sebagai jalan keluar dari kesulitan-kesulitan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Kami juga mendukung upaya-upaya pembaharuan untuk memperbaiki kapasitas sistem pendidikan kita dalam menjawab tantangan masa depan. Tentu saja sambil tetap kritis terhadap kekurangan-kekurangan yang ada”.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Jan 2021 12:00 WIB

Mendikbud Revitalisasi Pendidikan Vokasi di 900 SMK

Pendidikan

Pendidikan vokasi akan dikembangkan kemendikbud di 900 SMK.

25 Jan 2021 11:40 WIB

Comeback, MU Kalahkan Liverpool 3-2

Liga Inggris

Gol bruno Fernandes menjadi gol penutup kemenangan MU

25 Jan 2021 11:39 WIB

Vaksin Merah Putih Disiapkan untuk Gantikan Vaksin Covid-19

Nasional

Ilmuan dorong pemerintah perhatian serius terhadap vaksin merah putih.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...