Bersih-Bersih Masjid, Kisah Dua Marbot Dapatkan Istri

28 Apr 2019 09:36 Reportase

Ada banyak kisah muncul dari kegiatan bersih masjid yang digelae Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Unilever. Termasuk kisah para marbot alias penjaga masjid dalam mendapatkan pasangan berkeluarga.

Kisah itu terungkap dari mantan marbot Masjid Al-Huda, Sidosermo, Surabaya. Dua orang yang bertahun-tahun menjadi marbot dan mendapatkan istri dari kegiatan masjid itu adalah Drs Mohammad Saiful dan Drs Syamsul Hudaya.

"Saya dulu menjadi marbot di masjid ini. Dan sampai sekarang masih menjadi takmir masjid Al-Huda. Berkahnya saya jadi pejabat fungsional di Kemenag Surabaya," kata Saiful kepada ngopibareng.id.

Hal senada diungkapkan Syamsul Hudaya. Ia mengaku bersama-sama menjadi marbot Masjid Al-Huda bersama Syaiful. "Kami bersama menjadi marbot masjid ini sejak 1993. Saat menjadi mahasiswa semester 8," tambah pria asal Ponorogo ini.

Dua orang marbot alumnus Fakultas Syari'ah Universitas Muhammadiyah Surabaya ini sekarang sudah hidup mapan. Syaiful menjadi pejabat fungsional perencana di Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya. Sedangkan Syamsu menjadi kepala SD Muhammadiyah.

"Kami berdua juga mendapatkan pasangan hidup di Masjid ini. Alhamdulillah, Pak Syaiful berjodoh dengan jamaah remaja masjid, saya berjodoh dengan murid ngaji," tambah Syamsu dengan senyum yang mengembang.

Setelah mapan, kedua orang ini sudah tidak lagi menjadi marbot. Mereka dipercaya jamaah dan warga menjadi takmir Masjid Al-Huda yang berdiri di atas lahan fasilitas umum milik Pemkot Surabaya ini.

Setelah menjadi takmir, sejumlah inovasi pengelolaan masjid mereka ciptakan. Misalnya, sejak beberapa tahun lalu, mereka menjadikan sebagian uang infaq jamaah untuk dana simpan pinjam jamaah tanpa bunga.

"Kita bisa meminjami jamaah yang membutuhkan antara 3 sampai 5 juta rupiah. Kalau mereka mampu bisa mengembalikan dengan tambahan infaq. Tapi kalau tidak ya tidak apa-apa," tambah Saiful.

Syamsul Hudaya dan Mohammad Syaiful Takmir Masjid AlHuda Sidoresmo
Syamsul Hudaya dan Mohammad Syaiful, Takmir Masjid Al-Huda Sidoresmo.

Mereka yang dapat meminjam dana tersebut adalah ibu-ibu peserta pengajian rutin setiap seminggu sekali. Syaiful berencana mengembangkan program simpan pinjam untuk jamaah ini menjadi Koperasi Simpang Pinjam Syariah.

Jamaah Masjid Al-Huda hari ini bekerja bakti dalam rangka Bersih-Bersih Masjid yang digelar di seluruh Indonesia oleh DMI dan Unilever. Program ini juga untuk memecahkan rekor MURI di bidang kemasjidan.

Kerja bakti Bersih-Bersih Masjid ini dilakukan serentak. Di Surabaya ada 400 masjid. Sedangkan kegiatan di Masjid Al Huda dihadiri ketua DMI Kota Surabaya Arif Afandi dan Direktue Spektra mewakili Unilever Roni Sya'roni. (pit)