Kolam buatan dan taman bunga di area Kafe Kandang Sapi. (foto: M. Rizqi/Ngopibareng.id)

Nongkrong Ditemani Hangatnya Susu Murni di Kafe Kandang Sapi

Feature 06 September 2020 19:00 WIB

Nongkrong di kafe dengan suasana terbuka bisa menjadi salah satu alternatif selama pandemi corona. Tanpa AC yang bisa saja sirkulasi udaranya tidak bagus, para pengunjung Kafe Kandang Sapi bisa betah nongkrong dengan udara segar dari alam.

Kafe yang berlokasi di Jalan Semeru RT 02 RW 05, Denanyar Selatan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ini berbentuk gubuk yang dibuat dari bambu seolah memberi nuansa khas pedesaan.

Jarak 30 meter dari gubuk tersebut tampak kolam buatan dan taman bunga mini yang meneduhkan pandangan. Semilirnya angin dan hiasan lampu membuat kafe yang jauh dari keramaian kota membuat banyak pengunjung betah nongkrong.

“Kafe baru saya buka sekitar 2018. Waktu itu banyak pembeli susu sapi yang ingin minum langsung setelah diperah. Alhamdulillah sambutannya baik dan ramai,” kata Didik Purnomo, pemilik Kafe Kandang Sapi kepada Ngopibareng.id, Sabtu 5 September 2020.

Berpeci biru dan mengenakan sarung, pria berambut gondrong itu menyebut, sebelum disulap menjadi kafe, lahan masih berupa kandang sapi. Melihat banyak pembeli susu sapi yang ingin minum di tempat, Didik pun merombak lokasi jualan susunya.

Awalnya, kata Didik, dirinya ragu untuk melakukan renovasi. Namun, ia mendapat dukungan dari temannya untuk mengembangkan usaha kafe.

Sejumlah anak muda nongkrong sambil bermain game di ponsel dengan fasilitas wifi gratis di Kafe Kandang Sapi Sabtu 5 September 2020 Foto MRizqiNgopibarengidSejumlah anak muda nongkrong sambil bermain game di ponsel dengan fasilitas wifi gratis di Kafe Kandang Sapi, Sabtu 5 September 2020. (Foto: M.Rizqi/Ngopibareng.id)

Tempat Nongkrong Tokoh dan Komunitas

Kafe Kandang Sapi buka setiap hari, mulai pukul 06.00 WIB hingga 24.00 WIB. Menu yang disuguhkan hanya minuman dan berbahan dasar susu. Antara lain Susu Telor Madu Jahe (STMJ), susu murni, dan susu dengan varian rasa. Nah, bagi yang bukan pecinta susu, ada pilihan menu lainnya seperti kopi, jus buah dan minuman sachet.

Susu murni diperoleh Didik dari peternakannya sendiri dan peternakan sapi di Wonosalam. Dalam menyajikan susu buatannya, pria kelahiran 1977 itu tidak mencampurnya dengan air. Susu sapi murni. Dalam sehari, ia menghabiskan 40 liter susu sapi. Jika pengunjung kafe melonjak, ia pernah menghabiskan hingga 100 liter susu sapi murni.

“Saya nggak berani mencampur susu dengan bahan apapun, yang saya jaga kualitasnya. Dari menjaga kualitas susu maka harga susu sapi ini bisa naik,” beber Didik.

Kendati baru dua tahun berdiri, Kafe Kandang Sapi ini diminati sejumlah tokoh di Jombang. Sebut sjaa mantan Bupati Jombang Nyono Suharli, mantan Wakil Bupati Jombang Widjono, dan Wakil Bupati Jombang Sumrambah sudah pernah mencicipi  susu sapi olahan Didik.

Selain itu, komunitas gowes dan masyarakat sekitar juga suka menghabiskan waktu luangnya nongkrong di kafe ini. Meskipun tidak menyediakan menu makanan, bapak tiga anak itu siap memanjakan pelanggan jika meminta menu khusus.

“Biasanya rame saat hari Sabtu dan Minggu. Apalagi saat ini banyak komunitas Gowes yang mampir. Pejabat Jombang juga sering ke sini, anak muda sekitar serta orang yang hendak mengadakan reuni. Mereka bisa berkaraoke dan pesan makanan sesuai keinginan,” kata Didik.

Didik Purnomo pemilik Kafe Kandang Sapi Foto MRizqiNgopibarengidDidik Purnomo, pemilik Kafe Kandang Sapi. (Foto: M.Rizqi/Ngopibareng.id)

Matikan Lampu Agar Terhindar Penggerebekan

Jombang hingga saat ini masih berstatus zona orange Covid-19. Sejak pertengahan Maret hingga akhir Mei 2020, Didik sempat mematikan lampu kafenya berjam-jam untuk mengelabui petugas. Ia sesekali menyalakan lampu untuk membuatkan minum pelanggan setianya.

“Sejak di Jombang gencarnya Covid-19, saya sejak pukul 18.00 hingga 21.00 WIB saya mematikan lampu walau banyak pengunjung. Biar aman dari penggerebekan. Jam buka sudah saya kurangi, saya tidak ada pilihan lain karena penghasilan utama dari situ,” ceritanya.

Pria yang pernah bekerja sebagai sopir ini mengaku, sejumlah perangkat elektroniknya sempat rusak lantaran 4 bulan lebih tidak dipakai terdampak corona. Beruntung, akhir Mei lalu, penggerebekan mulai longgar. Sejak itu, jumlah pengunjung kafe berangsur bertambah.

“Saat normal per hari bisa Rp 400.000, tapi waktu pandemi Covid-19 susut menjadi Rp 50.000. Laptop saya dua, speaker, LCD proyektor, dan televisi 32 inch sempat rusak karena nggak dipakai, jarang pengunjung datang. Untungnya setelah Lebaran kondisi mulai baik, alat elektronik saya servis dan pelanggan sudah mulai berdatangan,” tuturnya.

Sudut lain Kafe Kandang Sapi Terlihat beberapa pengunjung menikmati suasana malam dengan gemerlap lampu warnawarni Foto MRizqiNgopibarengidSudut lain Kafe Kandang Sapi. Terlihat beberapa pengunjung menikmati suasana malam dengan gemerlap lampu warna-warni. (Foto: M.Rizqi/Ngopibareng.id)

Penulis : M. Rizqi

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Sep 2020 00:59 WIB

MAMA 2020 Digelar Virtual 6 Desember

ngopiK-pop

MAMA 2020 digelar virtual di Korea Selatan.

22 Sep 2020 00:40 WIB

Gedung Baru Agensi BTS Mewah

ngopiK-pop

Gedung baru Big Hit Entertainment, agensi BTS, mewah.

22 Sep 2020 00:20 WIB

5 Fakta Mahasiswi Diperkosa Bergilir 6 Pria dalam Kondisi Mabuk

Kriminalitas

Korban diperkosa secara bergilir dalam kondisi mabuk.

Terbaru

Lihat semua
22 Sep 2020 00:59 WIB

MAMA 2020 Digelar Virtual 6 Desember

ngopiK-pop
22 Sep 2020 00:40 WIB

Gedung Baru Agensi BTS Mewah

ngopiK-pop
Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...