Bersama Ulama NU Jatim, Kiai Ma'ruf Amin Bersyukur Pemilu Damai

28 Apr 2019 11:23 Politik

Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin bersilaturahmi dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, di Surabaya, Ahad 28 April 2019. Diwujudkan dalam Silaturahmi Kebangsaan bertajuk "Dari Jawa Timur merajut Persatuan Indonesia".

Dalam pertemuan tersebut, dihadiri sejumlah pengurus PWNU Jatim, seperti KH Marzuki Mustamar (Ketua), Prof Akh Muzakki (sekretaris), Rais Syuriah KH M Anwar Manshur dan sejumlah kiai lainnya. Selain itu, juga dihadiri sejumlah pengurus badan otonom NU dan lembaga di lingkungan PWNU Jatim.

Pada kiai menekankan pentingnya persatuan diwujudkan kembali, setelah gawe demokrasi, Pemilu 2019.

Sebelumnya, Kiai Ma'ruf Amin mengadakan pertemuan dengan sejumlah pengurus NU dan kiai pesantren. Baik di Jakarta, Banten dan Yogyakarta.

"Harus kita syukuri Pemilu di Indonesia berjalan damai, karena di beberapa negara ada yang sampai berdarah-darah," kata Kiai Ma'ruf Amin.

"Sebagai organisasi keagamaan, NU punya tanggung jawab keagamaan dan kebangsaan. NU harus tetap mengawal sesuai prinsip cinta negara," tutur mantan Rais Am PBNU ini.

Kiai Ma'ruf meminta NU harus tetap menjaga keutuhan dan kedamaian Indonesia. Sekalipun, berada di luar pemerintahan. Karena menurut Ma'ruf, membela keutuhan negara merupakan salah satu tugas NU sejak pertama didirikan.

"Sebagai organisasi keagamaan, NU punya tanggung jawab keagamaan dan kebangsaan. NU harus tetap mengawal sesuai prinsip cinta negara," tutur mantan Rais Am PBNU ini.

Menurut Kiai Ma'ruf, NU ke depan memiliki tanggung jawab makin besar. NU harus mampu menangkal ancaman organisasi radikal dan intoleran terhadap kemajemukan di Indonesia.

"Tanggung jawab ke depan berat, menjaga keutuhan negara. Di sinilah peran NU berfikir Islam secara moderat," jelasnya.

Dalam Pilpres di Jawa Timur, perolehan suara pasangan calon Jokowi-Ma'ruf menang secara signifikan dari Prabowo-Sandiaga. Selain Jawa Timur, kemenangan pasangan Jokowi-Maruf Amin juga di Jawa Tengah dan DI Jogyakarta yang menunjukkan kekuatan NU dan kaum santri.

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengimbau pendukungnya tidak euforia menanggapi hasil hitung cepat yang memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Seperti Jokowi, Ma'ruf meminta tunggu pengumuman resmi KPU.

"Kepada masyarakat supaya tidak berlebihan dalam menyambut. Euforia berlebihan terhadap hasil quick count. Kita senang ya senang. Tapi jangan berlebihan karena belum final," ujarnya di kediaman Jalan Situbondo, Jakarta Pusat, Kamis 18 April 2019.

Adapun alasan Kiai Ma'ruf Amin tak ingin ada deklarasi kemenangan karena menghormati KPU. Sebab, yang menentukan kalah menang adalah penyelenggara pemilu. Dengan begitu, tidak ada sikap mendelegitimasi kedudukan KPU.

"Karena kita ingin menghornati aturan dan tidak ingin mendeligitimasi kedudukan KPU seakan akan KPU tidak kita perhatikan," jelas Mustasyar PBNU itu.

Ma'ruf mengatakan, tak etis jika deklarasi kemenangan sebelum ada pengumuman dari KPU.

"Kalau kita menyatakan menang sebelum pengumuman resmi. Kayaknya kok tidak etis. Walaupun orang semua sudah tahu kalau quick count itu biasanya itu yang terjadi," katanya.

"Tapi kita ingin menghormati KPU sebagai lembaga," imbuh Ketum MUI itu. (adi)