Kylie Moore-Gilbert ditahan di Iran. (Foto: bbc)

Berpasangan Warga Israel, Moore-Gilbert Ditahan di Iran

27 Nov 2020 21:28

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Seorang akademisi Inggris-Australia dibebaskan dari penjara Iran pada Kamis 26 November 2020. Ia ditahan sejak 2018 atas tuduhan spionase. Pihak berwenang di Negeri Para Mullah itu, menemukan pasangannya adalah warga negara Israel, menurut Sydney Morning Herald pada hari Jumat.

Kylie Moore-Gilbert, seorang spesialis politik Timur Tengah di Universitas Melbourne, dibebaskan dari penjara dengan imbalan tiga warga Iran yang telah ditahan di luar negeri, lapor penyiar pemerintah Iran IRIB.

Australia dan Iran membutuhkan lebih dari enam bulan untuk mencapai kesepakatan atas kesepakatan pertukaran tahanan bagi Moore-Gilbert, yang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara, kata Sydney Morning Herald, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

Kesepakatan pertukaran tahanan - yang berulang kali ditolak oleh Perdana Menteri Scott Morrison pada Kamis - juga melibatkan negosiasi tingkat tinggi dengan pemerintah Thailand, kata laporan itu, seperti dikutip dari Reuters, Jumat 27 November 2020.

Otoritas Thailand mengungkapkan tiga warga Iran yang ditangkap pada tahun 2012 telah dideportasi dan dikirim ke Iran. The New York Times melaporkan ketiga warga Iran itu telah ditahan di Thailand karena plot bom.

Australia dan Moore-Gilbert telah menolak tuduhan Iran bahwa dia bekerja sebagai mata-mata Israel.

Kementerian luar negeri Australia menolak mengomentari laporan tersebut dengan alasan alasan privasi Moore-Gilbert dan keluarganya, sementara Kedutaan Besar Israel di Australia tidak menanggapi permintaan untuk meminta komentar.