Bernada Mengancam Tuhan, Ini Puisi Neno Warisman

22 Feb 2019 17:46 Nasional

Neno Warisman menjadi perhatian publik, karena puisi berjudul 'Munajat 212'. Itu dibacakan mantan artis dan penyanyi ini pada Malam Munajat 212 di pelataran Monumen Nasional, Kamis 21 Desember 2019. Begini bunyinya:

Jangan serahkan kami kepada mereka yang tak memiliki kasih sayang kepada kami dan anak cucu kami.

Jangan tinggalkan kami dan menangkan kami.

Jika engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah kami khawatir tak ada lagi yang menyembahmu.

Demikian Neno Warisman, penyanyi yang melegenda duet bersama Fariz Rustam Munaf, dalam lagu "Nada Kasih" di era 1980an.

Ternyata, hal itu mendapat komentar dari warganet. Bahkan, politisi pun turut berkomentar. Karena, dalam puisi tersebut terdapat ungkapan yang mengarah ancaman ke Allah.

Di dalam unggahan di Instagram politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi menyebut puisi Neno Warisman diduga kuat mengancam Allah. Dikutip dari Instagramnya pada 22 Februari.

"Itu hak Neno Warisman jika dia tidak lagi mau menyembah bahkan mengancam Allah. Biarin aja, karena secara hukum nasional, dia tidak melanggar," tulis Teddy.

"Tapi Neno Warisman itu bisa dihukum jika salah satu dari mereka melaporkan Neno. Karena Neno menyebutkan kata 'Kami' dalam doanya yang diduga kuat mengancam Allah. Mereka tidak terima jika dianggap ikutan mengancam Allah," tulisnya.

Selain itu, ada warganet lain turut mengkritik puisi yang dibaca Neno.

"Doa yang mengancam dari Neno Warisman. Berdoa itu dengan suara lemah lembut bukan dengan teriak-teriak dan emosi. Secara adab saja sudah keliru, apalagi isi doa? ????," tulis akun @pemudafana.

"Neno Warisman kalo bowo menang jadi menteri pertahanan dan keamanan. Soalnya sama Tuhan saja dia berani, apalah arti penjajah," tulis @RennyFernandez.

"Nenowarisman sudah merendahkan Tuhan... #NenoPenistaTuhan," timpal akun @polmalimbong.

"Puisi Mba Neno Warisman ini menggetarkan Monas saat Malam Munajat 212. Semoga puisi yang berisi doa-doa pengharapan ini mampu membuka pintu langit untuk turunnya pertolongan Allah untuk Indonesia yang Adil dan Makmur," tulis akun @yarham02.(adi)

"Ternyata, hal itu mendapat komentar dari warganet. Bahkan, politisi pun turut berkomentar. Karena, dalam puisi tersebut terdapat ungkapan yang mengarah ancaman ke Allah."
Reporter/Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini