Bermain, Salah Satu Terapi Anak Berkebutuhan Khusus

29 Apr 2019 16:38 Pendidikan

Anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) selama ini memiliki hambatan dalam berinteraksi dan bersosialisasi, termasuk dalam bermain. Berkaitan hal itu, Forum Komunikasi Orang Tua anak Spesial Indonesia (Forkasi) Chapter Surabaya menggelar acara bermain dengan anak spesial Playdate with Special Needs, Minggu 28 April 2019.

Ini dilakukan untuk meningkatkan rasa empati terhadap anak-anak spesial, terutama menciptakan lingkungan inklusif sehari-hari. "Inklusif itu tidak hanya dalam bidang pendidikan. Dengan lingkungan yang inklusif berarti kita semua bisa menerima kelebihan dan kekurangan. Anak-anak spesial tidak membutuhkan belas kasihan. Tapi, mereka membutuhkan kesempatan agar dapat berkembang secara optimal," kata Rosita Simin Ketua Forkasi Chapter Surabaya.

Foto dok Forkasi Chapter Surabaya
(Foto: dok. Forkasi Chapter Surabaya)

Menurut penelitian, kata dia, bermain merupakan salah satu terapi agar anak dapat mengembangkan kemampuan sosial dan interaksi. "Dalam acara ini, mereka didampingi oleh orang tua, guru, sibling ataupun caregiver yang neurotypical. Mereka diajarkan kemampuan abstrak yang meliputi kemampuan untuk menerima kekalahan dan meraih kemenangan," tutur Rosita Simin.

Sebagian besar anak-anak spesial, khususnya penyandang autisme tidak bisa bermain sesuai dengan fungsinya. Misalnya saja, bermain mobil-mobilan. Bagi anak-anak neurotypical atau reguler, bermain mobil-mobilan berarti mobil digerakkan untuk maju dan mundur.

Foto dok Forkasi Chapter Surabaya
(Foto: dok. Forkasi Chapter Surabaya)

Namun tidak demikian dengan anak-anak penyandang autisme. Saat bermain mobil-mobilan, hal yang dilakukan oleh mereka adalah dengan menjejerkan mobil-mobil itu, memandangnya, dan tidak mengerakkannya untuk maju ataupun mundur.

"ABK memilliki hambatan dalam bersosialisasi dan berinteraksi, termasuk dalam bermain. Bermain merupakan hal yang tidak bisa serta merta dikuasai oleh anak-anak spesial. Mereka tidak bisa serta merta meniru apa yang dilakukan teman sebaya yang Neurotypical atau normal," jelasnya.

Di acara ini, anak-anak spesial didampingi dan dipandu untuk bermain dengan sebagaimana mestinya melalui aktivitas lomba playdough, mewarnai, bermain angklung, band, dan fashion show. (yas)

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini