Berkunjung ke Monumen Beethoven di Bonn

18 Jan 2018 16:25 Human Interest

Berkunjung ke Monumen Beethoven di Bonn

Oleh: Ir. Sukaemi

Siapa yang tidak kenal dengan Beethoven (nama lengkapnya, Ludwig van Beethoven), seorang komponis musik kasik dari Jerman. Bersyukur saya dapat berkunjung ke museum dan foto di bawah monumen Beethoven di Bonn, Jerman.

Berikut sedikit catatan tentang komponis yang lahir pada tahun 1770 di Bonn dan menyandang bisu-tuli. Ia wafat 26 Maret 1827 di Wina. Karya Beethoven yang terkenal adalah simfoni ke-lima dan ke-sembilan, juga lagu piano Für Elise.
Beethoven dipandang sebagai salah satu komponis yang terbesar dan merupakan tokoh penting dalam masa peralihan antara Zaman Klasik dan Zaman Romantik.

Semasa muda, ia adalah pianis yang berbakat, populer di antara orang-orang penting dan kaya di Wina, Austria, tempatnya tinggal. Namun, pada tahun 1801, ia mulai kehilangan pendengarannya.

Ketuliannya semakin parah dan pada 1817 ia menjadi tuli sepenuhnya. Meskipun ia tak lagi bisa bermain dalam konser, ia terus mencipta music. Ia menjalani sisa hidupnya di Wina dan tak pernah menikah.

Monumen Beethoven terbuat dari perunggu, merupakan patung berbentuk Ludwig van Beethoven yang terletak di Münsterplatz Bonn, di pusat kota Bonn. Patung ini diresmikan pada tanggal 12 Agustus 1845, untuk menghormati ulangtahunnya yang ke 75.

Di kota Bonn, selain foto di bawah monumen Beethoven yang terletak dijantung kota Bonn, saya juga berkunjung ke museum atau rumah, Beethoven-Haus.

Rumah kelahiran Beethoven hanya beberapa ratus meter dari sini. Sekarang dijadikan museum kecil. Setiap tahun kota Bonn menggelar festival musik Beethoven.

Museum ini dibentuk pada tahun 1889 oleh Berthoven-Haus association, Beethoven-Haus yang merupakan situs bersejarah, museum, dan institusi kultur mempelajari kehidupan dan hasil karya dari komposer Ludwig van Beethoven. Pusat dari Beethoven-Haus adalah rumah tempat lahirnya Beethoven yang terletak di Bonngasse 20.

Di museum ini kita bisa menjumpai manuskrip, foto-foto bersejarah, instrumen musik, dan juga tanda mata.

Sedikit tentang kota Bonn, adalah sebuah kota di tepian Sungai Rhein di Negara Bagian Nordrhein-Westfalen (NRW), Jerman. Bonn terletak di bagian selatan Rhine-Ruhr, daerah metropolitan terbesar di Jerman; tepatnya 20 kilometer sebelah selatan Koln.

Bonn memiliki populasi 320.820 (tahun 2015) dan pernah menjadi ibukota sementara Jerman pada tahun 1949 sampai tahun 1990 dan menjadi pusat pemerintahan resmi Jerman bersatu sejak tahun 1990 sampai tahun 1999. Kota ini juga menyimpan sejarah penting bagi kalangan pelajar Indonesia di Jerman, dimana Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman didirikan pada tanggal 4 Mei 1956 di Bonn Bad Godesberg. Bonn merupakan kota terbesar ke-19 di Jerman.

Meskipun Berlin menggantikan Bonn sebagai ibukota Jerman bersatu pada tahun 1990, Bonn masih menjadi pusat politik dan administrasi. Kira-kira separo fungsi pemerintah federal, banyak departemen pemerintah federal, dan beberapa lembaga pemerintah di bawah kementerian federal masih dipusatkan di Bonn. Sebagai penghormatan untuk keadaan ini, bekas ibukota ini diberi status Kota Federal (Bundesstadt).

Bonn telah berkembang menjadi sebuah pusat kerjasama internasional, khususnya dalam ruang lingkup lingkungan dan pembangunan yang lestari. Selain sejumlah organisasi dan lembaga internasional, seperti Pusat Hukum Lingkungan Perserikatan Antarbangsa untuk Suaka Alam (IUCN ELC), kota ini juga menjadi tuan rumah 18 lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa. Secara bersama-sama, Bonn menyatakan dirinya sebagai pusat rapat, konvensi, dan konferensi nasional dan internasional, sebagian besarnya berhubungan secara langsung dengan karya Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sebuah pusat konferensi yang mampu menampung ribuan peserta saat ini sedang dibangun di dekat Kampus PBB.

Perhelatan terbasar yang baru saja dilangsungkan pada tahun 2017 adalah Konferensi Iklim Internasional COP 23, pada 6-17 November 2017.

Sebenarnya tuan rumah konferensi adalah Fiji. Tapi Jerman jadi tuan rumah secara teknis. Untuk hal tersebut pemerintah Jerman telah mengeluarkan anggaran total 117 juta Euro (atau 135,5 juta dollar AS).

Konferensi diselenggarakan di kawasan tepi sungai Rhein, Pemerintah Jerman saat itu telah menempatkan instalasi anti banjir yang menelan biaya 2 juta Euro atau sekitar Rp 30 miliar. Saat itu untuk menerima sekitar 25.000 orang yang berpartisipasi dalam konferensi, telah didirikan kota tenda yang besarnya delapan kali lapangan sepak bola.

Kota ini juga menjadi rumah bagi Universitas Bonn, salah satu lembaga pendidikan tinggi terbaik di Jerman. Pada tahun 1597 sampai 1794, Bonn pernah menjadi Elektorat Köln dan tempat kediaman para Uskup Agung dan Pangeran-pemilik Köln.

Universitas Bonn adalah universitas riset publik yang didirikan pada tahun 1818, memiliki 525 profesor dan 27.800 mahasiswa. Diantara alumni terkenalnya adalah Fields Medal, Paus Benediktus XVI, Karl Marx, Friedrich Nietzsche dan Joseph Schumpeter.

Di depan kampus terhampar sebuah taman, Hofgarten, namanya. Letaknya persis di depan gedung Universitas Bonn dan menjadi tempat beraktivitas para warga Bonn terutama di musim panas. Dari bertemu dengan teman, bermain bola, sampai bersantai sambil membaca buku bisa dilakukan di taman ini. Saya dua kali berkunjung ke kota ini, saat musim panas (Juli 2017) dan musim dingin ini (2 – 21 Januari 2018).

Selain Beethoven dan Universitas Bonn, di kota ini juga ada salah satu dari gereja tertua di Jerman, dibangun antara abad ke 11 dan ke 13. Bonner Münster, namanya, merupakan gereja katolik yang bergaya arsitektur romawi.


Di depan gereja ini terdapat 2 patung besar berbentuk kepala. Menurut legenda, kepala tersebut adalah gambaran dari kepala Saints Cassius dan Florentius, yang merupakan anggota pasukan di bawah pimpinan Saint Gereon. Kepala mereka dipenggal tepat di lokasi ini. (Dari Berbagai Sumber)

Penulis : M. Anis


Bagikan artikel ini