Royal WeddingBerjodoh dengan Pangeran Harry, Meghan Markle di Bully

19 May 2018 18:15

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Tidak hanya disorot tapi juga digunjingkan, karena Meghan Markle bukan bangsawan dan dalam dirinya mengalir darah Afrika.

“Ayah saya Kaukasoid dan ibu saya Afrika-Amerika. Saya separuh kulit hitam dan separuh kulit putih,” ungkap Meghan kepada Elle Inggris.

Status janda aktor sekaligus produser Trevor Engelson membuatnya semakin dicibir. Tak hanya diserang isu rasial, sebuah situs porno memuat nama Meghan dalam daftar pencarian video.

Alhasil, Meghan menjadi bahan perundungan netizen dan dianggap tidak pantas bersanding dengan seorang pangeran. Ia bahkan mendapat teror berupa surat bernada rasial dan kiriman sekantung serbuk putih yang diduga virus antraks.

Mengetahui calon istrinya diteror, Pangeran Harry tidak tinggal diam. Awal November 2016, Istana Kensington mengeluarkan surat yang mengonfirmasi hubungan Harry-Meghan.

Dalam surat itu, Harry disebut sangat mengkhawatirkan keamanan Meghan sehingga meminta semua pihak untuk menghargai privasi mereka.

 

Sejak saat itu Harry-Meghan semakin terbuka soal hubungan mereka. Meghan terlihat menemani Harry dalam berbagai kegiatan, seperti saat Harry bertanding polo di Berkshire, Inggris pada 6 Mei 2017 juga dalam penutupan Invictus Games, kompetisi sport yang diprakarsai Harry pada 2014 bagi para tentara yang terluka akibat perang di Toronto, Kanada, pada 30 September 2017, di mana keduanya kedapatan berciuman.

September itu pula, untuk kali pertama Meghan bersedia diwawancarai terkait hubungannya dengan Harry. Ia mengaku sempat berkencan dengan tenang selama 6 bulan.

“Lalu tiba-tiba hubungan ini terungkap ke publik dan ramai menjadi pemberitaan. Ketika itu, satu-satunya yang berubah adalah persepsi orang mengenai hubungan kami. Namun saya yakin akan tiba waktunya kami harus tampil dan menceritakan kisah kami sendiri. Kami pasangan. Kami sedang jatuh cinta,” ungkap Meghan kepada Vanity Fair.

Sebulan berselang, Harry mengajak Meghan menemui Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham sekaligus meminta restu. Pada 27 November 2017, Pangeran Charles mengumumkan Harry telah bertunangan dengan Meghan dan kedua pihak keluarga merestui hubungan mereka.

Dua hari kemudian, giliran Istana Kensington mengeluarkan pernyataan resmi, Harry dan Meghan akan melangsungkan pernikahan pada Sabtu petang nanti waktu Indonesia. (*)