Berita Hoax Sengaja Disebar Untuk Jalan Pintas Kemenangan Pemilu

11 Jan 2019 17:50 Politik

Banyaknya informasi bohong yang tersebar di masyarakat jelang pemilu 2019 diduga sebagai skenario politik untuk tujuan politik tertentu.

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens mengatakan penyebaran berita hoax ini sengaja sebagai strategi politik yang digunakan para politikus untuk jalan pintas meraih kemenangan.

"Hoaks tidak pernah bisa dihentikan karena sudah menjadi skenario politik dan strategi politik yang digunakan para politisi untuk jalan pintas meraih kemenangan," kata Boni dalam diskusi Merawat KeIndonesiaan Seri Diskusi Ke-XVIII bertajuk Memilih Melampaui Hoaks, di Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.

Lanjut Boni, ada skenario para politisi untuk gunakan jalan pintas meraih kemenangan dengan memanfaatkan dan memanipulasi persepsi publik melalui penebaran hoaks.

Menurutnya hoaks sengaja dirancang dan didesain sehingga bukan perkara kekhilafan si A atau si B, namun ini perkara membangun persepsi publik untuk memenangkan Pemilu. "Saya percaya ini diperintah timses agar membangun narasi untuk kepentingan politik," ujarnya.

Diskusi Merawat KeIndonesiaan Seri Diskusi KeXVIII bertajuk Memilih Melampaui Hoaks di Jakarta Jumat 11 Januari 2019 Foto Antara
Diskusi Merawat KeIndonesiaan Seri Diskusi Ke-XVIII bertajuk Memilih Melampaui Hoaks, di Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019. (Foto: Antara)

Seperti penyebaran narasi hoaks tujuh kontainer tersebut, katanya, untuk memenangkan persepsi publik sehingga Polri harus menyasar desain besar di balik munculnya informasi hoaks tersebut.

"Ini menjadi pelajaran berharga bagi pembangunan kesadaran politik masyarakat. Mereka yang rasional akan marah dan yang kurang rasional mungkin terpengaruh hoaks itu," katanya.

Dalam diskusi tersebut, pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia, Lisman Manurung menilai hoaks sudah terjadi lama dan itu menjadi semacam mikroba dalam demokrasi yang hadir dan dimanfaatkan.

Menurut dia, kalau dulu cara singkat memenangkan Pemilu dengan menggunakan motif politik uang namun saat ini banyak menggunakan hoaks yang banyak digunakan di media sosial.

"Lalu sekarang bagaimana memperpendek hoaks dan bagaimana daya rusaknya bisa diperpendek karena mikroba bisa diperpendek," ujarnya.

Menurut dia, apabila pemenang pemilu karena menggunakan hoaks maka akan memunculkan kekecewaan mendasar lalu memunculkan sumpah serapah. (ant/wit)