Tersangka Idris saat diamankan petugas ( foto : Ist)

Berikut Kronologis Penembakan di Sampang

Kriminalitas 28 November 2018 14:25 WIB

Kepolisian beberapa waktu lalu telah meringkus pelaku penembakan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Sampang,  Idris (30 tahun). Ia ditangkap setelah menembak korban, Subaidi (40) hingga tewas.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, awal mula kasus ini disulut dari sebuah postingan Subaidi di FB yang berbunyi, "Siapa pendukung Jokowi yang ingin merasakan pedang ini," lengkap dengan gambar pedang samurai. Kemudian postingan ini ditanggapi oleh Idris lewat komentarnya, "Saya pingin merasakan tajamnya pedang tersebut," tulisnya.

Gara-gara tanggapan itulah, pada Minggu 28 Oktober 2018, sekitar pukul 16.00 WIB. Seorang laki-laki datang ke rumah Idris, laki-laki itu mengaku dari salah satu ormas, dengan alasan hendak mengklarifikasi komentar akun milik Idris di halaman Facebook miliknya. 

Idris pun membenarkan bahwa akun tersebut merupakan miliknya. Hanya saja, ia mengaku bahwa akun tersebut sudah tidak lagi dalam kendalinya lantaran ketika ponsel miliknya dijual, aplikasi facebook di dalamnya masih dalam posisi belum di-log out.

Esoknya, Senin 29 Oktober 2019 Idris mendapatkan kabar bahwa ada video viral mengenai dirinya saat sedang diklarifikasi terkait komentar di postingan tersebut. Postingan video dari akun dengan nama Ahmad Alfateh itu dibumbui dengan kata-kata bernada mengancam dan menyudutkan Idris.

Tak terima dengan postingan itu, Idris langsung mencari informasi dengan bertanya kepada temannya terkait akun Ahmad Alfateh yang telah mengunggah videonya. Singkat kata, Idris mengetahui bahwa akun Ahmad Alfateh itu milik seseorang bernama Subaidi.

Idris sempat mendatangi rumah Subaidi untuk mengklarifikasi postingan tentang videonya. Namun dia tidak menemui Subaidi. Akhirnya, Idris mengetahui bahwa Subaidi bekerja sebagai tukang gigi. 

Lanjut pada Rabu 21 November 2018, sekitar pukul 09.00 WIB, Idris keluar rumah dan berpapasan dengan Subaidi, mereka langsung terlibat tabrakan motor. Sama-sama terbangun dari Motor, keduanya terlibat perkelahian.

Subaidi sempat mengeluarkan pisau saat keduanya saling pukul, namun nahas, Idris mencabut pistol dan melepaskan tembakan ke dada kiri Subaidi. Pria 40 tahun itu pun roboh dan tewas di tempat.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, motif kasus tersebut bukan karena politik. Tapi terjadi karena pelaku tersinggung oleh status yang dibuat korban. 

"Polda Jawa Timur menyimpulkan, kalau motif pembunuhan di Sampang itu dibilang masalah politik, itu terlalu dini. Jadi, tidak terkait pemilu, ini ada ketersinggungan yang bersangkutan terhadap postingan video di media sosial korban," ujar Barung, 27 November 2018.

Pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 340 KUHP jo Pasal 56 ayat 1 ke 1e dan 2e KUHP atau Pasal 338 KUHP jo Pasal 1 ayat 1 UU RI Nomor : 12/Drt/1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.(ocn)

Penulis : Roesdan Suriansyah

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Apr 2020 22:37 WIB

Polda Jatim Akan Koordinasikan Masalah Penutupan Jalan

Surabaya

Polda Jatim akan bahas langkah strategis penerapan PSBB.

06 Apr 2020 20:57 WIB

Polsek Sukolilo Amankan Anggota Geng Pembawa Sajam

Kriminalitas

Pelaku sengaja membawa sajam untuk mencari penggoda mantan pacar temannya

06 Apr 2020 19:06 WIB

Arisan Bodong, Esther Kitty Dibayar Rp100 Ribu Sekali Endorse

Kriminalitas

Dua kali terima endorse, Esther Kitty dibayar Rp200 ribu.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.