Berebut Penumpang, Ojek Online dan Angkot ‘Gegeran’ di Jalan

10 Dec 2018 15:00 Jawa Timur

Belasan ojek online (ojol) dan sejumlah sopir angkot (angkot) kembali “gegeran” di jalan Kota Probolinggo, Senin, 10 Desember 2018. Pemicunya masih sama, berebut penumpang di jalan protokol.

Bermula ketika seorang pengemudi (driver) ojol melintas di Jalan Pandjaitan, Kota Probolinggo dengan membawa penumpang seorang ibu yang sedang hamil. Mulyono, 30 tahun, pengemudi motor ojol, warga Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo mengaku, membawa penumpang itu dari rumahnya di Perum Asabri.

"Saya kaget, saya dicegat sopir angkot di depan Apotek Probolinggo. Saya kasihan, penumpang saya, ibu yang sedang hamil ditarik-tarik agar turun dari motor,” ujar Mulyono.

Sopir angkot, yang belakangan diketahui bernama Herman mengaku, punya alasan mencegat ojol yang sedang membawa penumpang. “Soalnya di jalan protokol seperti Jalan Pandjaitan ini sudah ada kesepakatan, ojek online gak boleh membawa penumpang,” ujarnya.

Tidak terima dihadang angkot, driver ojol, Mulyono menelepon teman-temannya sesama driver ojol. Tidak seberapa lama, para belasan pengemudi ojol tiba di lokasi Jalan Pandjaitan.

"Perang mulut” kedua belah pihak akhirnya ramai di depan Apotek Probolinggo dan tempat praktik dokter di Jalan Pandjaitan. “Kami melakukan pencegatan karena ojek online berkali-kali melanggar kesepakatan, juga Perwali yang menyatakan, ojek online dilarang mengangkut penumpang, hanya boleh bawa barang,” ujar Naim, 47 tahun, sopir angkot.

Sesuai Perwali Nomor 116 Tahun 2017, kata Naim, sudah jelas, ojol dilarang memuat orang (penumpang). Selain itu di sejumlah jalan protokol, ojol juga tidak boleh menjemput penumpang.

Tidak seberapa lama jajaran Satpol PP, Polresta Probolinggo dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo datang untuk melerai kedua kubu yang sedang “gegeran” di jalan. 

Kasi Ops Satpol PP Kota Probolinggo, Hendra kemudian mengajak, para driver ojol dan sopir angkot untuk musyawarah di kantor Dishub. “Ayo kita musyawarah, jangan gegeran di jalan membuat kemacetan,” ujarnya. (isa)

Reporter/Penulis : Ikhsan Mahmudi
Editor : Rohman Taufik


Bagikan artikel ini