Pengerjaan Sepatu yang dikelola oleh Dwi Rini di Desa Genengan, Kelurahan Banjaragung, RT 2 RW 14, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
Pengerjaan Sepatu yang dikelola oleh Dwi Rini di Desa Genengan, Kelurahan Banjaragung, RT 2 RW 14, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
UKM Binaan Semen Indonesia

Konsisten Bikin Pantofel, Atha Jaya Malah Semakin Berjaya

Ngopibareng.id Ekonomi dan Bisnis 22 March 2018 12:12 WIB

Mojokerto memang terkenal sebagai daerah industri sepatu,--selain Sidoarjo. Apalagi di Desa Genengan, Kelurahan Banjaragung. Warga di desa ini rata-rata memang menjadi pengusaha dan tukang sepatu. Namun, dari sekian banyak pengusaha sepatu di desa ini, ada salah satu pengusaha sepatu yang termasuk mengkilat prestasinya. Dia adalah Dwi Rini.

Dwi Rini bersama dengan suaminya memiliki usaha Toko Atha Jaya. Usaha yang berdiri sejak 2005 ini, sampai sekarang masih konsisten dengan usaha sepatu kulit desain pantofel. Dwi Rini bercerita, usaha sepatunya ini berawal adalah usaha suaminya saat masih bujang.

Kemudian, sekitar tahun 2010, suaminya berhasil menjalin kerjasama dengan Semen Indonesia. Jalinan kerjasama ini membuahkan hasil usahanya semakin berkembang.

"Kami mendapatkan bantuan dari Semen Indonesia untuk dana dan menjadi UKM binaannya. Setelah itu usaha kami semakin berkembang," ujar Dwi Rini.

Dalam seminggu, Dwi Rini menceritakan bisa memproduksi sampai 10 kodi sepatu. Tak hanya sepatu, Dwi Rini pun memproduksi alas kaki lain yang berlabel Gent-B. Pasarnya ada berbagai daerah seperti Kediri, Magetan, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makasar dan Kalimantan.

"Kita semua kota besar sudah pernah kita masukin, hanya Jakarta yang kita tidak berani. Karena di sana dekat dengan Bandung. Dulu pernah, ada dari Jakarta ambil di kita tapi ndak bertahan lama," ucapnya.

Hingga kini Dwi Rini sangat berterimakasih kapada Semen Indonesia. Pasalnya selama delapan tahun ini Semen Indonesia sudah membantu perkembangan usahanya. Bahkan dia juga mengatakan, jika setiap UKM yang menjadi binaan Semen Indonesia, begitu diperhatikan. Antara lain dengan diikutkan dalam pameran serta pelatihan.

"Menurut saya bergabung di UKM Semen ini sangat menguntungkan, karena mereka begitu mengayomi kami," katanya. (hrs)

Penulis : Haris Dwi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Nov 2020 16:25 WIB

Aksi Tolak Rizieq Syihab di Surabaya Ricuh

Reportase

Ricuh karena aksi tersebut mendapat perlawanan dari FPI.

24 Nov 2020 16:15 WIB

4 Baliho Bergambar Rizieq Shihab di Pasuruan Dicopot

Jawa Timur

Total ada 14 reklame dan baliho yang diturunkan paksa oleh petugas gabungan

24 Nov 2020 15:59 WIB

Hindari Kerumunan, Coblosan di TPS Dibagi 5 Waktu

Rek, Ojok Angel Tuturane

Pembagian waktu untuk menghindari kerumunan saat coblosan di TPS.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...