Berawal dari Hobi, Perpustakaan Prasojo Ajak Warga Gemar Membaca

14 Jun 2019 11:38 Human Interest

Sinar matahari tepat berada di atas kepala, Yunaz Karaman tak lelah mengayuh sepeda lipatnya. Ia menyusuri Jalan Srikana Surabaya di sekitaran Kampus B Universitas Airlangga (Unair).

Sekilas penampilan pemuda 22 tahun ini terlihat biasa saja. Namun, saat ia melintas tampak di boncengan sepedanya ada sebuah boks bertuliskan "Perpustakaan Prasojo". Isinya ada sebanyak 20-30 buku bacaan.

Sampai di tempat tujuan, Yunaz langsung memarkir sepedanya. Ia lalu duduk di samping sepedanya. Tak lama kemudian muncul anak-anak menghampirinya. Mereka tampak gesit mengambil beberapa buku bacaan di boks sepeda Yunaz.

Si pemilik buku tampak begitu sabar menerangkan isi buku bacaan yang dipilih anak-anak tersebut. Yunaz punya misi untuk menyebarkan budaya gemar membaca pada semua orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Selain di Surabaya, Yunaz juga berkeliling dengan perpustakaan sepedanya ke Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto. Bahkan, saat perjalanan ke Jogja maupun Semarang pun ia membawa perpustakaan sepeda kelilingnya di dalam kereta api.

"Awalnya saya ingin menyatukan dua hobi saya yaitu, bersepeda dan membaca sejak SMA, lalu berpikir kenapa gak sekalian melakukan keduanya. Jadi terpikirlah membuat Perpustakaan "Prasojo" sejak tahun 2017 lalu," cerita mahasiswa Unair jurusan sejarah semenster 8 ini.

Pertama kali membuat perpustakaan keliling dengan sepeda, Yunaz menceritakan, ia menggunakan uang tabungannya untuk memperbaiki sepedanya dan membuat rak buku dari keranjang telur bekas yang ia dapatkan dari pedagang pasar.

"Dulu mecah celengan awal-awal untuk cat sepeda sama bikin rak buku dari keranjang telur, minta orang di pasar terus saya cat sendiri," ungkap pria berkacama ini.

Bermula dari itu, pria asal Malang ini berkeliling dengan sepeda sambil membawa perpustakaan berjalannya. Setiap hari ia selalu membawa perpustakaannya meskipun tak ada agenda berkeliling.

"Setiap hari dibawa meskipun gak ada agenda mau kemana, dibawa aja kemana-kemana biasanya di warung kopi di parkir aja nanti bukunya juga banyak yang baca dari orang yang duduk di situ," tutur Yunaz.

Yunaz meladeni pertanyaan dari anakanak tentang buku yang mereka baca Foto Pitangopibarengid
Yunaz meladeni pertanyaan dari anak-anak tentang buku yang mereka baca (Foto: Pita/ngopibareng.id)

Buku-buku bacaaan yang dibawa Yunaz selalu menyesuaikan lokasi, misalnya ia mempunyai agenda di perkampungan menemui anak-anak, maka yang ia bawa buku bacaan khusus anak-anak. Pindah ke kampus buku bacaan pun disesuaikan dengan kriteria sang pembaca, atau Yunaz hanya ingin putar-putar di sekitaran kota Surabaya maka ia membawa novel, majalah dan lain-lain. "Jadi menyesuaikan saja, dimana tempatnya," imbuh Yunaz. 

 

Buku-buku perpustakaan keliling itu merupakan koleksi pribadi Yunaz. Namun ada beberapa sumbangan dari teman-temannya. Menurut dia, hal yang paling menyenangkan dalam membuat perpustakaan keliling ini adalah menunggu orang membaca dan bisa bertemu atau bertukar pikiran dengan orang baru yang baru ia jumpai. 

 

"Saya memang gak meminjamkan buku, tapi kalau mereka mau baca sampai habis ya saya tunggu itu hal yang paling menyenangkan buat saya. Biasanya saya nunggu sampai jam 3 pagi, gak tega ambil buku saat orangnya sedang asyik baca jadi ditunggu saja," ungkap Yunaz. 

 

Saat ditanya mengenai minat baca anak-anak yang sering ia temui, Yunaz mengatakan minat baca anak khususnya di Surabaya cukup tinggi hanya daya bacanya saja yang kurang. 

 

"Jadi mereka kurang betah dengan membaca buku,  setelah di ambil bacanya tidak terlalu lama ini memang yang harus ditingkatkan," ujar Yunaz. 

 

Seperti arti dari nama perpustakaannya "Prasojo", yang dalam bahasa Jawa adalah kesederhanaan, Yunaz memiliki keinginan yang sederhana untuk perpustakaan sepedanya ini.

 

"Saya ingin memumbuhkan budaya membaca dari kecil,  membaca buku bukan membaca pesan WA (WhatsApp) atau media sosial. Kalau anak-anak sudah terbiasa membaca dari sumbernya, yaitu buku. Mereka juga tidak mudah termakan hoaks yang sering tersebar di media sosial," papar Yunaz. 

 

Perpustakaan keliling "Prasojo" ini biasa 'parkir' di sekitar Taman Prestasi Surabaya, pada hari Minggu. Bila Anda melihatnya dengan sepeda lipat berwarna hijau bertuliskan "Prasojo" lengkap dengan keranjang bukunya, sempatkan waktu untuk membaca koleksi buku-bukunya. (pts) 

 

Penulis : Pita Sari
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini