Bentrok TNI-Warga, 16 Warga Urutsewu Luka-luka

11 Sep 2019 18:18 Nusantara

Akibat aksi pemukulan oknum TNI kepada para petani Urutsewu di desa Brencong Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, Rabu, 11 September 2019 tercatat 16 petani mengalami luka.

Ketua Urutsewu Bersatu (USB) Nugroho Sunu Widodo saat dikonfirmasi mengatakan 11 warga mengalami luka akibat terkena pentungan dari TNI. Bahkan ada satu warga yang luka akibat terkena peluru karet pada pantatnya.

"Mereka mayoritas luka akibat terkena pentungan dan tendangan. Tapi ada satu warga kami yang kena peluru karet. Mereka dibawa ke Puskesmas Buluspesantren untuk menjalani perawatan dan divisum," katanya melalui telepon seluler.

Menurut Sunu, bentrok antara TNI AD dengan warga Urutsewu dipicu oleh rencana Kodim 0709 Kebumen yang bersikukuh ingin melanjutkan pemagaran tanah Urutsewu yang melintasi tiga desa. Warga yang melihat kegiatan pemagaran itu langsung menghadangnya.

Sejumlah personel TNI AD dengan pentungan dan senjata laras panjang menghalau warga. Personel TNI yang berseragam lengkap itu langsung memukul dan menendang petani.

"Mereka kemudian berhamburan lari. Tapi ada yang sempat dipukuli dan diinjak-injak. Sehingga lukanya cukup parah," katanya.

Ratusan petani kemudian melanjutkan aksi di depan Pendopo Kabupaten Kebumen. Mereka mengadukan aksi kekerasan oknum TNI ini ke Bupati

Setelah dipukul mundur oleh TNI AD, warga bertolak ke pendopo Kabupaten Kebumen untuk mengadukan masalah ini ke Bupati didampingi kuasa hukumnya, Teguh Purnomo.

Ratusan warga ini ditemui langsung Bupati Kebumen Yazid Mahfud. Kepada warga, Bupati Yazid Mahfud berjanji akan menghentikan pemagaran khususnya di Desa Brecong. Mendengar janji Bupati Yazid, warga lantas pulang dan berkumpul di pendopo Kecamatan Buluspesantren. 

Sementara itu, kuasa hukum warga, Teguh Purnomo menyayangkan aksi kekerasan oknum TNI kepada warga tersebut. "Ini akar masalahnya adalah konflik tanah yg diabaikan penyelesaiannya oleh pemerintah. Harusnya TNI tidak main hakim sendiri memagar tanah rakyat dan melakukan kekerasan seperti itu," kata Teguh.

Teguh berharap kejadian tahun 2011 lalu tidak terulang lagi di mana rakyat dikriminalkan oleh TNI sehingga ada beberapa warga masuk penjara.

"Kejadian hari ini jelas, bahwa ada oknum TNI yang main hakim sendiri dengan memukuli 16 warga, sehingga mereka (TNI AD) harus diproses secara pidana," katanya. 

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari pihak TNI AD. Komandan Kodim 0709 Kebumen Letkol Inf Samril Philiang belum bisa dikonfirmasi.

Berikut Daftar Warga Yang Luka-luka:

1. Wiwit Herwanto,(30) luka di tubuh, kaki, kepala karena diinjak-injak dan di pukul pakai pentungan.

2. Imam Suryadi (25), terkena pentungan di punggung.

3. Haryanto (38), luka tembak peluru karet di pantat.

4. Edi Afandi (32),luka pukul di kepala

5. Supriyadi (40),luka pukul di kepala, punggung, dan kaki.

6. Wawan (26), luka pukul di kepala,

7. Manto (34), luka pelipis kanan

8. Partunah (42) luka di kaki akibat kena tendang dan diseret

9. Saikin (53), luka pukul di kepala

10. Sartijo (52), luka pukul di paha belakang

11. Sartono,(45) luka di kepala akibat kena pukul

12. Wadi (27) luka di kaki kena tendang

13. Tolibin (30) luka di kaki kena pukul

14. Sumarjo (70) luka di punggung kena pukul

15. Martimin (35) luka di kepala kena pukul

16. Saryono (34) luka di kepala kena pukul

(sumber data: USB)

Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini